Kiri-kanan: Pengamat Lingkungan Jaya Arjuna, Advisor PT TPL Simon H Sidabukke, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni, Sekretaris DPD KNPI Sumut M Darwis Nasution, Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi, dan Pengurus UKM JBM, melakukan penanaman bersama bibit eucalyptus, di Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu, 2 Desember 2020. (Istimewa)


Indomedia.co - Pemerintah Kota Medan menyambut baik gagasan UKM Jurnalis Bina Mandiri (JBM) melakukan penanaman bibit pohon eucalyptus.


Sambutan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni saat memberikan sambutan pada kegiatan penanaman bersama bibit eucalyptus dan demo penyulingan minyak atsiri di Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu, 2 Desember 2020.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Advisor PT Toba Pulp Lestari (TPL) Simon H Sidabukke, Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi, Ketua UKM JBM Fahrudin Pohan, Sekretaris DPD KNPI Sumut M Darwis Nasution, Pengamat Lingkungan Jaya Arjuna, dan pengurus UKM JBM.


"Kita punya 14 hektare lahan pemakaman dan 18 hektare taman daerah aliran sungai. Itu semua bisa dimanfaatkan untuk menjadi lahan penanaman eucalyptus di Kota Medan," kata Husni.


Husni mengatakan, penanaman eucalyptus sebagai bahan untuk produksi minyak atsiri merupakan hal yang sangat mereka apresiasi sebab produk ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat. 


"Intinya kita konsisten, menguasai produksi mulai dari hulu ke hilir. Saya kira ini akan sangat berhasil karena didukung berbagai pihak baik dari akademisi, pengamat dan juga PT TPL selaku perusahaan yang memiliki keahlian dalam penanaman eucalyptus. Soal pemasaran bisa kita buat model pasar khusus untuk penjualannya," ujarnya.


Sementara pengamat lingkungan, Jaya Arjuna mengatakan kegiatan yang digagas oleh para jurnalis ini merupakan hal yang harus diapresiasi dan didukung oleh pemerintah. Sebab, hal ini juga akan memberikan sumbangsih besar dalam isu perubahan iklim global.


"Ada 3 juta hektare lahan kritis di Sumatera Utara, saya kira dengan aksi-aksi nyata seperti ini maka seluruh lahan kritis akan bisa dimanfaatkan," sebutnya.


Komitmen untuk mendukung aksi penanaman eucalyptus ini juga dipertegas oleh PT TPL lewat Advisor Simon H Sidabukke. PT TPL menurutnya bahkan bersedia untuk memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman eucalyptus agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sesuai dengan harapan untuk dapat memproduksi minyak atsiri dan produk turunan lainnya yang sangat bermanfaat.


"Kami sangat berkomitmen untuk mendukung ini, karena pada hakikatnya tanaman ini diciptakan Tuhan untuk bermanfaat bagi manusia. Dan kami sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam penanaman eucalyptus untuk industri tentu sangat mendukung termasuk memberikan edukasi agar tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.


Selain penanaman eucalyptus di lahan Taman Cadika, dalam kegiatan ini juga dilakukan demo penyulingan minyak atsiri secara tradisional.


Sebelumnya, Sekretaris UKM JBM Harizal dalam laporannya menyampaikan ide mengenai penyulingan minyak atsiri berbahan dasar daun eucalyptus ini muncul seiring permasalahan yang dialami masyarakat terkait pandemi Covid-19. 


"Jujur saja, setiap hari kami banyak bergelut dalam meliput persoalan Covid-19. Dan kegiatan ini merupakan salah satu ide yang muncul untuk memberikan solusi atas penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat, harapannya selain untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, ini juga menjadi bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi tersebut," ujarnya.


"Kami sangat bersyukur, ternyata ide ini didukung oleh berbagai pihak seperti Iptek USU, PT TPL, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, DPD KNPI Sumatera Utara. Ini yang membuat kami menjadi bersemangat," pungkasnya. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Lebih baru Lebih lama