Pusat gempa M 7,2 yang kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi M 6,7 berada pada 141 km Barat Daya Nias Barat, 151 km Barat Daya Nias Selatan, 172 km Barat Daya Nias, 455 km Barat Daya Medan dan 1.339 km Barat Laut Jakarta, Jumat, 14 Mei 2021 pukul 13.33 WIB. (BMKG)


Indomedia.co - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa susulan (aftershock) dengan parameter Magnitudo 5,2 dari gempa sebelumnya M 7,2 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,7 di lepas pantai sebelah barat Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat, 14 Mei 2021.


Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati dalam keterangan tertulis.


Adapun pusat gempa susulan tersebut dilaporkan berada pada titik koordinat 0.21 LU-96.58 BT di kedalaman 10 kilometer (Km), dan tidak berpotensi tsunami.


Baca: Profil Kabupaten Nias Barat Yang Diguncang Gempa M 7,2


Menurut BMKG, jenis dan mekanisme gempabumi tersebut merupakan gempabumi dangkal yang berada di zona outer-rise, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, urai Raditya Jati.


Adapun hal itu sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).


Hingga Jumat, 14 Mei 2021 pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan sebanyak tiga Kali, papar Raditya Jati.


Baca: Masyarakat Sejumlah Daerah Rasakan Guncangan Kuat Gempa M 7,2


Gempa Membuat Warga Panik dan Sempat Mengungsi


Berdasarkan laporan dari lintas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa utama sempat dirasakan sedang hingga kuat selama 2-5 detik di beberapa wilayah seperti Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara; Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh; dan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.


Saat terjadi guncangan, beberapa warga panik dan keluar rumah bahkan sempat mengungsi ke lokasi yang aman. Namun, saat ini mereka telah kembali ke rumah masing-masing, jelas Raditya Jati.


Dalam hal ini seluruh BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan lintas instansi terkait. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun jatuhnya korban jiwa.


Baca: Gempa M 7,2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah


BPBD juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Selain itu diharapkan agar masyarakat dapat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, memeriksa dan memastikan kembali bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah, pungkas Raditya Jati. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama