Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, meninjau lokasi longsor PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Minggu, 2 Mei 2021. (Istimewa)


Indomedia.co - Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, meninjau lokasi longsor PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Minggu, 2 Mei 2021.


Berangkat dari Mapolda Sumut dengan menaiki helikopter, Kapolda Sumut, Gubernur dan Pangdam I/BB tiba di PLTA Batang Toru, lokasi longsor.


Kedatangan Kapolda, Gubernur, Pangdam I/BB didampingi Kepala BIN Daerah Sumatera Utara, Danrem 023/KS serta Dansatbrimob Polda Sumut yang disambut langsung oleh Kapolres Tapsel, Dandim 0212/TS, Danyonif 123/Rajawali, Dandenpom 1/2 Sibolga, Danyon C Satbrimob Polda Sumut, Bupati Tapsel, Kepala Basarnas Sumut, Kepala BPBD Sumut dan Project Manager PT NSHE.


Sebelum meninjau lokasi longsor, rombongan Kapolda Sumut berpatroli udara terlebih dahulu melihat situasi terkini pascamusibah longsor yang terjadi. Kemudian dilaksanakan rapat koordinasi penanganan longsor di Posko Terpadu Bencana Alam Tapanuli Selatan di Marancar.


Dalam rapat koordinasi itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, meminta tim gabungan yang terdiri dari Polres Tapanuli Selatan, TNI, BPBD, Batalyon C Satrimob, dan Basarnas agar menangani bencana alam tanah longsor di Batang Toru dengan cepat dan tepat.


"Kerahkan segala kemampuan kalian dengan baik, lakukan penanganan korban dengan tepat dan bekerja sama dalam melakukan SAR," katanya.


Seperti diketahui, musibah bencana alam tanah longsor terjadi pada Kamis, 29 April 2021 sekira pukul 06.30 WIB karena wilayah tersebut sedang dilanda hujan.


Sebagian material longsor jatuh ke dasar Sungai Batang Toru yang mengakibatkan 13 korban tertimbun longsor di PLTA Batang Toru, Desa Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. 


Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, masyarakat, perusahaan dan pihak terkait lainnya pun bergerak cepat untuk mengevakuasi para korban. Sampai sekarang sudah lima korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Lebih baru Lebih lama