Indomedia.co
- Asisten Perdata dan Tata Usaha Negera (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Dr Prima Idwan Mariza SH MHum, menerima 26 Surat Kuasa Khusus (SKK) kredit bermasalah di Bank Sumut senilai Rp192 miliar. SKK itu diserahkan oleh Dirut Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan.


Dalam keterangannya, Asdatun Kejati Sumut Prima Idwan Mariza mengatakan bahwa penyerahan SKK tersebut merupakan tindak lanjut Rakor Lintas Instansi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Kejatisu, Gubernur Sumut dan Bank Sumut. 


"Ini tentu sesuai hasil arahan Kajati Sumut dan tindak lanjut dari Rakor bersama KPK, Kejati Sumut dan pihak Pemprov Sumut. Kami akan mendukung Bank Sumut dalam upaya hukum percepatan penyelesaian kredit bermasalah sesuai dengan tugas dan fungsi Bidang Datun sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN)," kata Prima Idwan dalam pesannya yang diterima wartawan, Kamis, 30 September 2021.


Baca: Asdatun Apresiasi KAUM Dalam Peran Advokat


Sebelumnya, Dirut Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan didampingi Sekretaris Perusahaan Syahdan Ridwan Siregar dan Pimpinan Bidang Hukum Muhsin Adlin mendatangi kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu, 29 September 2021.


Dalam kunjungan Dirut Bank Sumut tersebut diserahkan sebanyak 26 SKK mengenai kredit bermasalah dari debitur Bank Sumut dengan nilai kredit Rp192 miliar.


Prima menilai, diserahkannya 26 SKK dari Bank Sumut kepada Kejati Sumut sebagai bentuk komitmen dan kerja sama penanganan hukum atas kredit bermasalah di Bank Sumut. 


Harapan Dirut Bank Sumut


Sementara Dirut Bank Sumut berharap melalui penyerahan SKK tersebut penanganan kredit bermasalah dapat lebih optimal dengan dukungan dari Kejati Sumut.


Terobosan Asdatun Kejati Sumut dan Bank Sumut ini juga meretas jalan bagi penanganan kredit bermasalah dan pencegahan korupsi di daerah.


Direncanakan seluruh Kantor Cabang Bank Sumut akan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri di masing-masing daerah wilayah kerja dalam penenangan kredit bermasalah. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video