Ilustrasi (Pixabay).




Indomedia.co - Pria berinisial HM (49) warga Desa Narumonda II Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dicokok personel Satreskrim Polres Toba. 

Ia mendekam di balik jeruji besi karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap YEM (17) yang merupakan putri kandungnya. 

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya melalui Kasubag Humas Polres Toba Iptu B Samosir mengatakan, perbuatan tak terpuji yang dilakukan HM itu ternyata telah berulang kali dilakukannya sejak 2017 lalu. 

"Pelaku melakukan aksi bejatnya itu di rumahnya sejak tanggal 18 Juni 2017 dan terakhir pada tanggal 20 Juni 2021. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Toba pada hari Senin 13 September 2021 setelah mendapatkan laporan dari istrinya pada 31 Agustus 2021," ujar Iptu B Samosir saat dikonfirmasi, Rabu, 15 September 2021. 

Iptu B Samosir melanjutkan, perbuatan pelaku terbongkar setelah sang anak menceritakan perbuatan cabul sang ayah kepada ibunya. Dimana modus yang dilakukan oleh pelaku, yakni dengan mencampurkan sesuatu kedalam minuman di rumah untuk korban. 

"Ibu korban kemudian membuat laporan. Sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan awal," jelas Iptu B Samosir. 

Perbuatan bejat pelaku itu, berawal pada tanggal 18 Juni 2017. Saat itu korban melihat pelaku mencampurkan sesuatu kedalam minuman di rumah. Kemudian korban meminum-minuman tersebut. 

"Setelah meminum-minuman tersebut, tiba - tiba korban terasa mengantuk. Sehingga korban pergi ke kamar untuk tidur. Setelah bangun tidur dan hendak buang air kecil, korban merasa kesakitan saat buang air kecil. kKpala korban juga terasa pusing serta badan korban juga pegal - pegal, " kata Iptu B Samosir. 

Kejadian serupa pun berulang. Dalam kurun waktu empat tahun sejak 2017 hingga 2021 korban tidak menggingat berapa kali pelaku melakukan hal yang sama kepadanya.

Dan keejadian yang sama terulang lagi di bulan Maret 2021 dan pada tanggal 20 Juni 2021. Pelaku membuat minuman yang sama dan korban meminum-minuman tersebut dan korban tertidur dikamar. 

"Pada saat itu korban tidur sendirian di kamar dan tidak sadar lagi apa yang terjadi. Dalam keadaan setengah sadar tiba - tiba korban merasakan ada dua tangan yang mirip dengan tangan ayahnya menyentuh punggung korban. Namun korban tidak bisa membuka mata dan merasakan apa - apa lagi, " ujarnya. 

Hingga pagi hari sekira pukul 07.00 WIB korban terbangun dan mengalami pusing dan sakit saat hendak buang air kecil. 
Kepada polisi, pelaku HM tega melakukan tindak persetubuhan dan pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri untuk dapat memuaskan dan melampiaskan nafsu birahinya. 

Korban merasakan sakit pada alat kelaminnya dan kesulitan untuk buang air kecil karena perbuatan pelaku. Korban pun merasa ketakutan bertemu dengan ayahnya tersebut. 

Atas perbuatannya, pasal yang di sangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo Pasal 76D sibs Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76E Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atau Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

"Ancaman pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidan penjara di tambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tua," tandas Iptu B Samosir. (Budi W) 

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video