Indomedia.co - Badan Eksekutif Fakultas Pertanian Universitas Medan Area melakukan bina desa di Keluarahan  Belawan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. 


Dalam bina desa tersebut, para mahasiswa mengajarkan kepad warga pengolahan sampah plastik menjadi paving blok. Dalam kesemlatan itu, turut hadir Lurah Belawan Bahari dan beberapa perwakilan dari karang taruna dan Ibu - Ibu dari PKK. 


Proses pembuatan paving blok dijelaskan langsung oleh Fastabiqul Qhoir selaku Ketua Pengusul PHP2D. Sebelum pembuatan paving blok dari bahan sampah plastik, dilakukan pengumpulan sampah terlebih dahulu. 


"Selanjutnya ke tahap pencacahan sampah plastik mengunakan mesin pencacah. Lalu memasuki tahap peleburan dengan dosis sampah 3 kg dan oli bekas 1 kg. Lama waktu peleburan 1 jam dengan suhu 250c," jelas Fastabiqul Qhoir dalam keterangannya, Minggu, 31 Oktober 2021. 


Selanjutnya, memasuki tahap pencetakan. Sampah yang telah dilebur dimasukkan ke cetakan berbentuk paving blok persegi enam. Sebelumnya cetakan diberikan air agar mempermudah melepaskan paving blok dari cetakan.




Warga sangat senang dengan bina desa yang dilakukan Badan Eksekutif Fakultas Pertanian Universitas Medan Area ini. Menurut Irfan selaku warga setempat mengaku, apa yang dilakukan sangaf bermanfaat. 


"Pengolahan sampah plastik ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena Kelurahan Belawan Bahari banyak sekali sampah plastik yang terbawa oleh aliran Sungai Deli. Sehingga menyebabkan tumpukan sampah," ungkapnya. 


Ia mengatakan, banyaknya tumpukan sampah dapat merusak lingkungan serta dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan mahsiswa ini, pengolahan sampah plastik menjadi bermanfaat kiranya dapat mengurangi sampah di belawan bahari.


Rinto Selaku Gubernur Fakultas Pertanian UMA juga menyampaikan apa yang dilakukan bertujuan untuk membantu warga memanfaatkan sampah plastik untuk menghasilkan uang. 




"Walaupun dengan pengolahan sampah palastik ini tidak dapat menanggulangi sampah plastik sepenuhnya. Karena jumlah sampah terlalu banyak dan terus bertambah. Sampah tersebut berasal dari Kota medan melalui aliran Sungai Deli," terangnya. 


"Namun nantinya, masyarakat sekitar bisa dapat memanfaatkan sampah plastik untuk menghasilkan uang," imbuhnya. 


Rinto juga berharap, kedepannya agar warga Kota Medan tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di aliran sungai dan Pemerintahan Kota Medan harus lebih ekstra dalam menangani sampah agar tidak merusak lingkungan terutama di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.


Untuk diketahui, kegiatan Bina Desa ini diselengarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Ini merupakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dan BEM Fakultas Pertanian Universitas Medan Area sebagai peserta dalam kegiatan PHP2D. (Budi W) 


Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video