Foto: Kuasa Hukum Ali Sumurung, Julheri Sinaga SH, M. iqbal Sinaga, SH, MH dan Mahendra Sinaga, SH, MH berkunjung ke Ruang Tahanan Polres Mandailing Natal. (Ist)


Madina (indomedia.co)  - Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal AKP Azwar Anas, dinilai perlu sekolah lagi karena tidak paham dalam menjalankan KUHAP dan Perkap No. 6 Tahun 2019 tentang Manajemen Penyidikan. Hal ini tercermin dalam menangani kasus dugaan penggelapan sertifikat dengan tersangka Ali Sumurung, SH. Hal jni disampaikan oleh M.Iqbal Sinaga, SH, MH dari Kantor Hukum LBH Marhaenis Kota Medan yang bertindak sebagai Kuasa Hukum Ali Sumurung, SH, pada Rabu (20/10)

"Penyidik Polres Madina, terutama Kasat Reskrim, mencerminkan penyalahgunaan kewenangannya sebagai penyidik dalam penyidikan kasus klien kami ini. AKP Azwar Anas itu saya nilai tak paham dan mengerti Program Presisi Kapolri dan Restorasi Justice. Bayangkan saja klien kami ditangkap dan ditahan tanpa dipanggil, tanpa pemeriksaan tiba tiba keluar SP Penyidikan. Ini jelas Kasat Reskrimnya memperlihatkan Abuse Of Power," ujar M. Iqbal Sinaga.

Seperti yang kami beritakan sebelumnya, Kasus ini berawal saat  Ali Sumurung SH, ditangkap dan ditahan Polres Mandailing Natal pada tanggal 9 Oktober 2021 lalu. Sesuai dengan Laporan Polisi LP/B/236/X/2021/SPKT/Polres Mandailing Natal/Polda Sumatera Utara tanggal 08 Oktober 2021. Serta Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/113/X/2021/Reskrim Tanggal 09 Agustus 2021, Ali Sumurung diduga telah melakukan penggelapan Sertifikat.

Dalam menangani kasus ini, M. Iqbal Sinaga, SH menilai Penyidik Polres Madina tidak memberikan kesempatan kepada Ali Sumurung, SH untuk melakukan pembelaan diri sebagai Kuasa Hukum Koperasi  Sawit Murni. 

"Proses Penegakan hukum pidana diatur dalam KUHP dan Perkap No. 6 Tahun 2019, termasuk di dalamnya memberikan pembelaan diri terhadap terlapor sebagai azas praduga tak bersalah, seharusnya Kasat Reskrim Polres Madina AKP Azwar Anas paham akan hal itu, tapi ini kan tidak. Dia main tangkap aja, apa dia tak paham dengan menahan orang seperti itu, sudah merampas hak azasi terlapor?" ujar M. Iqbal Sinaga, SH geram.

Lebih jauh, M. Iqbal Sinaga, SH meminta Kapolda Sumatera Utara untuk menyekolahkan kembali AKP Azwar Anas dan penyidik Reskrim Polres Madina agar bisa memposisikan diri sebagai Kasat Reskrim dan sebagai penyidik. 

"Seorang Polisi aja seperti Aipda Ambarita Dicopot dari Banit 5 Dalmas Polres Jakarta Timur hanya gara gara memeriksa Handphone orang secara paksa, tanpa Perintah Pengadilan. Nah, ini Kasat Reskrim Polres Madina AKP Azwar Anas malah menangkap dan menahan orang tak sesuai prosedur KUHP dan Perkab No. 6 Tahun 2019. Ini Hak Azasi Manusia lo yang dirampas," ujar M. Iqbal Sinaga, SH.

Dalam minggu ini, Kuasa Hukum Ali Sumurung, SH dari LBH Marhaenis Kota Medan, yang terdiri dari  Julheri Sinaga, SH, Mahendra Sinaga, SH, MH, M. Iqbal Sinaga, SH, MH, Irwansyah Siregar, SH, MH
M. Harizal, SH akan melakukan Perlawanan Hukum terhadap Polres Madina. (As)

Penulis:Adzan Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga


Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video