Indomedia.co
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak merespon penanganan perkara LG (37) pedagang Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang ditetapkan sebagai tersangka setelah dianiaya preman pada 5 September 2021 lalu. 


Hal itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi yang didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Wadirreskrimum AKBP Alamsyah P Hasibuan, dan Kasatreskrim Komplo Rafles di Mapolrestabes Medan, Sabtu malam, 9 Oktober 2021.


Baca: Angkatan 46 WSH Polda Sumut Berbagi Kasih ke Panti Asuhan


Hadi mengatakan, guna meredam polemik yang terjadi di tengah masyarkat akibat penanganan perkara tersebut maka Kapolda Sumut telah memerintahkan Dirreskrimum dan Kapolrestabes Medan untuk membentuk tim dan menarik penanganan perkara penganiayaan terhadap korban LG ya g dilakukan oleh pria berinisial BS yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, untuk dilakukan penyidikan oleh Satreskrim Polrestabes Medan. 


"Tim saat ini sedang mengejar dua pelaku lainnya yaitu DD, dan FR. Kami mengimbau kedua pelaku tersebut agar segera menyerahkan diri," imbau Kabidhumas


Kasus Ditarik ke Polda Sumut


Selain itu, Hadi mengatakan tim akan mendalami kembali kronologis guna memastikan apa latar belakang dan penyebab kejadian penganiayaan tersebut. 


"Terhadap laporan balik dari tersangka BS dimana saudari LG telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Penyidik Polsek Percut Sei Tuan, Ditreskrimum Polda Sumut akan melakukan gelar perkara dan menarik penanganannya guna mendalami fakta sebenarnya. 


"Dalam kasus ini, Kapolda Sumut sangat prihatin terjadinya penganiayaan terhadap pedagang Pasar Gambir yang ditetapkan sebagai tersangka. Oleh karena itu diminta agar perkara saling lapor antara LG dan BG digelar kembali," ungkapnya.


Hadi meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan dan penyidikan kasus ini kepada Polda Sumut.


"Polda Sumut akan bekerja secara profesional dalam menangani perkara saling lapor antara LG pedagang Pasar Gambir dan BG," pungkasnya. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video