Foto: Bendahara Koperasi Sawit Murni Sinunukan Memperlihatkan Sertifikat yang berada dalam penguasaan koperasi. (Ist)


Madina (indomedia.co) - Pengurus Koperasi Sawit Murni Desa Sinunukan 6 Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, sesalkan Polres Mandailing Natal yang telah menangkap dan menahan Ali Sumurung, SH kuasa hukum Koperasi Sawit Murni. Pengurus Koperasi menilai, Penahanan terhadap kuasa hukum mereka sebagai tindakan kurang tepat.

"Kuasa hukum kita Ali Sumurung, SH ditahan di Polres Madina sejak 9 Oktober 2021 lalu, atas dugaan penggelapan sertifikat atas nama Supangkat. Padahal sertifikat ada sama kita, bukan pada kuasa hukum kita" ujar Dede Endang Sobandi (45) Bendara Koperasi Sawit Murni, Rabu (20/10)

Dijumpai di Kantor Koperasi Sawit Murni, Dede Endang Sobandi memperlihatkan sertifikat tanah atas nama Supandi dkk, sebanyak 6 sertifikat yang selama ini disimpan pihak koperasi.

Kasus ini berawal, saat  Ali Sumurung SH, ditangkap dan ditahan Polres Mandailing Natal pada tanggal 9 Oktober 2021 lalu. Sesuai dengan Laporan Polisi LP/B/236/X/2021/SPKT/Polres Mandailing Natal/Polda Sumatera Utara tanggal 08 Oktober 2021. Serta Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/113/X/2021/Reskrim Tanggal 09 Agustus 2021, Ali Sumurung diduga telah melakukan penggelapan Sertifikat tanah atas nama Supangkat, Syafrudin SR.T dan Syafii.

"Sejak PT Sago Nauli menyerahkan Surat Sertifikat ini kepada kita pengurus Koperasi Sawit Murni sekitar bulan Juni 2021lalu, sertifikat ini selalu dalam penguasaan kita, tidak pernah diserahkan ke orang lain" ujar Dede Endang Sobandi Bendara Koperasi Sawit Murni.

Lebih lanjut Dede Endang Sobandi menjelaskan, pihaknya juga sudah memberitahukan kepada pemilik sertifikat, bahwa sertifikat sudah ada ditangan Koperasi.


Foto: Julhheri Sinaga, SH dan kuasa hukum lainnnya berkunjung ke Rutan Polres Mandailing Natal. (As) 


Polisi Terlalu Gegabah

Sementara itu, Kuasa Hukum Ali Sumurung, Julheri Sinaga, SH, MH menilai polisi terlalu takabur menahan kliennya.

"Dari fakta fakta di lapangan, misalnya sampai dengan saat ini sertifikat ada ditangan dan penguasaan Koperasi, bukan pada Ali Sumurung. Saya melihat Penyidik Polres Madina terlalu gegabah dan terkesan masa bodo. Bahkan penyidik terlalu takabur menetapkan klien kami sebagai tersangka dan tahanan" ujar Julheri Sinaga, SH. 

Lebih jauh Julheri Sinaga, SH menyampaikan, Penyidik Polres Mandailing Natal seolah mengangkangi KUHAP dalam melakukan penyidikan kasus.

Masih menurut Julheri Sinaga, SH dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan perlawanan hukum atas tindakan penyidik Polres Mandailing Natal ini. (As)

Penulis: Adzan Sinaga
Editor : Suwardi Sinaga


Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video