Indomedia.co
- Prof Dr Bambang Shergi Laksmono MSc, Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) menyatakan dalam kondisi seperti saat ini, pemerintah harus lebih dinamis dan terbuka untuk semua pihak. Manajemen keterbukaan dan kolaborasi harus lebih dikedepankan agar penanganan semua persoalan lebih efektif.


Hal ini disampaikannya dalam webinar "FISIP UMSU Bicara" yang digelar secara daring dengan zoom meeting, Kamis, 14 Oktober 2021. Webinar yang diikuti 740 peserta ini bertemakan "Sinergisitas Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Tantangan dan Peluang Ilmu Sosial & Ilmu Politik di Era New Normal". 


“Dalam konteks pemerintahan, pendekatan pemerintahan masa kini dikenal dengan nama Dynamic Governance. Pemerintah harus lebih dinamis. Kerja sama dan komunikasi yang terbuka yang menjadi dasar kerjanya. Ini yang harus dikembangkan, karena model manajemen pemerintahan ini berbeda dengan gaya Performance Based dan Rule Based Bureucracy yang selama ini diterapkan,” jelas Bambang Shergi yang juga Ketua Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI).  


Baca: FISIP UMSU Kembali Berangkatkan Mahasiswa Magang Bersertifikat BUMN Batch II 2021


Bambang Shergi juga menyampikan dalam siatuasi hari ini dan ke depan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ikut bertanggung jawab dalam membangun kapasitas pengendalian (oversight) holistik di tingkat pusat dan daerah, dari soft sampai represif. Dalam hal pengendalian wabah dan menekan penularan wabah memerlukan empat elemen dasar, yakni Organisasi (Pelayanan Kesehatan Pemerintahan-Ketertiban), Perubahan Sikap Masyarakat, Bantuan Teknologi Komunikasi, dan Kordinasi-Sumberdaya-Sanksi. 


Selain Bambang Shergi, kegiatan yang dibuka WR III UMSU Dr Rudianto MSi ini juga mendatangkan narasumber lainnya yakni Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus SE MM. Bertindak sebagai Moderator dalam webinar itu Mujahiddin MSP, Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMSU dengan Pemantik Seminar Dekan FISIP Dr Arifin Saleh MSP.


Bupati Labuhanbatu Utara dalam kesempatan itu menyampaikan terus menggalakkan program Bupati Ngantor di Desa (Bung Desa). Program ini hakekatanya memindahkan Kantor Bupati ke desa-desa secara bergiliran. Salah satu tujuannya untuk mendekatkan melayani masyarakat.


“Dalam Program Bung Desa itu, Bupati dan Wakil Bupati berkantor di desa. Tugasnya melayani masyarakat dan menjemput aspirasi di berbagai bidang, seperti bidang pembangunan, bidang sosial kemasyarakatan, bidang pemerintahan,” ujar Hendriyanto.


Beberapa desa yang sudah dijadikan tempat berkantor adalah Desa Tanjung Mangedar, Desa Air Hitam, Desa Pematang, Desa Sibito, dan Desa Sonomartani.


Dukung Webinar


Sebelumnya, WR III UMSU Dr Rudianto menyampaikan rasa gembira dan dukungannya atas pelaksanaan Webinar FISIP UMSU Bicara ini. 


“Panggung-panggung ilmiah seperti ini harus kita perbanyak. Selain bukti eksistensi, juga sebagai wujud sumbangsih pemikiran untuk pemerintah daerah dan untuk pengembangan diri. Apalagi yang hadir hari ini mencapai tujuh ratusan peserta. Jarang-jarang seperti ini,” ujarnya. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video