Indomedia.co -
Personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit Idik I Ipda Sarwedi Manurung mengamankan SA alias Manohara (39), warga Dusun Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, dan RF alias KIKI (25) warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, di Jalan Karya, Kelurahan Negeri lama, Kecamatan Bilah Hilir, Sabtu, 9 Oktober 2021.


Dari kedua orang itu disita dua bungkus plastik klip transparan berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat satu gram netto, satu bungkus plastik klip transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,38 netto, satu unit HP warna hitam.


Baca: Nyambi Jual Sabu-sabu, Tukang Jahit Diciduk Satresnarkoba Polres Labuhanbatu


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan melalui Kasatresnarkoba AKP Martualesi dalam keterangan tertulis, Ahad, 10 Oktober 2021 menjelaskan penangkapan kedua tersangka diawali dengan penyelidikan undercoverbuy terhadap tersangka RF alias Kiki kemudian dikembangkan ke tersangka SA alias Manohara yang ketika itu berada dalam rumah bersama suaminya Ges (39) yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan di rumah mereka di Dusun Sei Tampang.


SA alias Manohara sendiri menerangkan sudah dua tahun mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Ibu rumah tangga (IRT) dengan empat orang anak ini mengaku meraup keuntungan sekitar Rp700.000 per minggu.


Residivis


Adapun tersangka RF alias KIKI adalah merupakan seorang residivis yang baru selesai menjalani hukuman pada April 2021 dalam kasus tindak pidana narkotika, jelas Martualesi.


Dari hasil interogasi petugas, tersangka Manohara menjelaskan mendapat pasokan narkoba dari seseorang warga Senna yang sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan. Kedua tersangka mengaku menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Saat ini tersangka tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Labuhanbatu untuk proses selanjutnya.


Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, pungkas Martualesi. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video