Indomedia.co - Diduga termakan janda setengah tua, HP (52), Lurah Panabari Hutatonga Kecamatan Tano Tombangan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tega menggugat cerai istrinya di Pengadilan Negeri Padang Sidimpuan. Padahal, istrinya sudah dinikahinya selama 32 tahun, dan memiliki 5 orang anak.

"Rumah tangga kami sudah tidak harmonis lagi sejak 5 tahun lalu. Suami saya main gilak sama perempuan lain," ujar Ny. Rospita Br. Silitonga (52) tahun, saat dihubungi indomedia.co Jumat (26/9).

Menurut Ny. Rospita, ketidak harmonisan rumah tangganya dengan HP (52) tahun, diawali saat suaminya itu sering bersikap kurang baik terhadapnya. Bahkan belakangan, suaminya yang merupakan ASN di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut, sering tidak pulang ke rumah.

"Hari libur serta Hari Sabtu dan Minggu, suami saya tidak pulang ke rumah. Saya dapat informasi dari tetangga kalau suami saya lebih memilih tinggal serumah dengan perempuan itu," ujar Ny. Rospita Br. Silitonga sambil menahan kesedihan hati yang dalam.

Kesedihan Ny. Rospita Br. Silitonga semakin menjadi-jadi, ketika Ny. Rospita Br. Silitonga mendengar kabar, kalau suaminya telah menikah secara siri dengan perempuan tersebut.

"Puncak kesedihan saya setelah suami saya menggugat cerai saya di Pengadilan Sidimpuan. Saya sudah tua dan bercucu seperti ini, anak saya 5 orang, dua orang masih sekolah." ujar Ny. Rospita Br. Silitonga sambil menangis.

Gugatan Cerai HP (52) tahun terhadap Ny.Rospita Br. Silitonga terdaftar di PN Padang Sidimpuan dengan No. 24./Pdt.G/2021/PN Psp.

Dalam gugatannya, HP menyampaikan alasan bahwa istrinya tidak pandai mengurus keuangan rumah tangga. Bahkan istrinya, tidak melayaninya dengan baik sebagai istri.

"Biarlah dia mengatakan demikian. Derita saya hanya Tuhan yang tahu. Saya ingin keluarga ini utuh dan bersatu kembali. Saya menyayangi suami saya sebagaimana saya menyayangi ke lima anak saya. Saya tak ingin berpisah. Dulu kami disatukan Tuhan, dan tidak ada yang bisa memisahkan yang sudah dipersatukan Tuhan." isak tangis Ny. Rospita Br. Silitonga.

Saat ini, Ny. Rospita Br. Silitonga hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar keluarganya bersatu dan bahagia kembali, seperti saat mereka baru menikah. Ny. Rospita dan suaminya HP menikah pada tanggal 27 Juli 1989 di Gereja Pentakosta-Sion Indonesia, di Desa Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Adzan Sinaga)

EDITOR: ADZAN SINAGA

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video