Indomedia.co -
Penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri baru-baru ini seolah menjadi pengalaman baru bagi Majelis Ulama Indonesia. Terduga teroris tersebut dikenal aktif dan masuk dalam jajaran Pengurus MUI.


"Beberapa terduga teroris yang sudah ditangkap Densus 88 memang masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia. Ini memang sangat disayangkan dan tentunya menjadi perhatian masyarakat," kata Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Padangsidimpuan Timbul Lubis dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 November 2021.


Timbul pun menyampaikan keprihatinan.


"Jujur, semua kita mungkin prihatin dengan kejadian tersebut. Akan tetapi keprihatinan ini jangan lantas membuat kita memberi penilaian yang tidak baik terhadap lembaga MUI. Karena perbuatan terduga pelaku teroris tersebut adalah perbuatan individu, bukan perbuatan secara kelembagaan utamanya lembaga MUI. Jadi, jangan lantas MUI menjadi sasaran tembak," lanjut Timbul.


Baca: NU dan Kemandirian


MUI sebagai salah satu lembaga umat Islam memiliki peran yang besar bagi umat. Bila MUI dibubarkan justru memunculkan perosalan baru.


"Membubarkan MUI, akan memunculkan masalah baru. Bukan menjadi solusi terbaik. Selama ini yang menerbitkan sertifikat halal adalah MUI. Bila MUI dibubarkan, maka siapa yang akan menerbitkan sertifikat halal lagi. MUI juga adalah kumpulan dan gabungan tokoh tokoh Muslim dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis agama. Bila dibubarkan maka lembaga mana lagi yang bisa menjadi wadah pemersatu bagi kalangan umat Islam. Hanya saja harus ada yang diperbaiki dalam rekrutmen kepengurusan MUI ini. Bila selama ini hanya berdasarkan rekomendasi ormas, mungkin bisa ditambah lagi dengan beberapa instrumen lainnya. Misalnya saja dengan adanya rekomendasi dari instansi terkait tentang pakta integritas kebangsaan, mungkin juga dengan berbagai cara dan variasi model rekrutmen," tambah Timbul.


Tidak Dibesar-besarkan


Timbul juga meminta wacana pembubaran MUI tidak dibesar-besarkan.


"Tidak usah dibesar-besarkan. Tidak usah dibawa-bawa ke ranah politik. MUI itu masih punya banyak tokoh dengan kemampuan yang mumpuni dalam bidang keilmuan masing-masing. Belum tentu lembaga MUI terpapar paham dan gerakan yang menyimpang dari koridor dan hukum yang berlaku. MUI secara kelembagaan harus tetap kita hormati, sebagai wadah perkumpulan ulama, MUI secara kelembagaan harus tetap ada, guna menjaga stabilitas dan kondusifitas bermasyarakat dan beragama. Hanya saja, kejadian ini harus dijadikan sebagai pengalaman berharga untuk keberlanjutan MUI ke depan. Semoga di masa yang akan datang kejadian ini tidak terulang pagi. Saya yakin ini adalah doa dan harapan kita semua," pungkas Timbul. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video