argentina maradona sinaga

Indomedia.co
- Argentina Maradona Sinaga, anak petani dari Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara berhasil lulus menjadi CPNS di Kejaksaan RI dengan formasi Analis Rancangan Naskah Perjanjian.


Lulusan Fakultas Hukum Universitas Nommensen ini membuktikan bahwa siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke Lembaga Kejaksaan RI tanpa memandang latar belakang keluarga. 


Anak kelima dari tujuh bersaudara ini menjadi kebanggaan keluarga dan berharap bisa memberikan contoh yang baik kepada adik dan keluarga. 


Putra pasangan L Sinaga dan R Br Sagala yang bekerja sebagai petani ini sudah dua kali ikut tes CPNS Kejaksaan RI. Setelah tes yang kedua, Argentina Maradona berhasil lulus.


Menurut sang ibu R Br Sagala saat dihubungi lewat telepon menyampaikan bahwa tujuh orang buah hatinya, baru Argentina Maradona yang berhasil lolos CPNS tanpa bayar sepeser pun. Memang, sejak kecil Argentina Maradona ini sangat rajin, belajarnya juga rajin dan sangat patuh pada orang tua. 


"Aku cuma kasih ongkos dia ikut tes CPNS ke Medan. Ini yang kedua kali dia ikut tes, dan puji syukur kepada Tuhan, anakku ini bisa lulus," kata R Br Sagala, Rabu, 12 Januari 2022.


Harapan kami, kata R Br Sagala Argentina Maradona bisa menjadi contoh yang baik dan bisa membantu adiknya ke depan.


Saat dikonfirmasi kepada Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Plt Asbin Dr Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Kasi Penkum Yos A Tarigan menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS Kejaksaan RI di Sumut berjalan tertib, aman dan lancar.


“Dalam pelaksanaan tahapan seleksi di Sumut, kita benar-benar menjalankan prinsip terbuka, transparan dan profesional. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk lulus dan menjadi bagian dari Kejaksaan RI,” kata Dwi Setyo Budi Utomo.


Argentina Maradona Sinaga, tambah Dwi Setyo yang juga Asintel Kejati Sumut membuktikan bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk ikut seleksi dan akhirnya berhasil lulus menjadi CPNS. (Benardo Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video