Indomedia.co - Sejumlah warga kurang mampu di Kelurahan Pasar Pargarutan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan, mengeluhkan kondisi beras bansos yang mereka dapatkan. Selain beras yang berwarna kekuningan,  beras juga berbau tidak sedap, sehingga warga enggan memasaknya.

"Beras putih dicampur orang itu dengan beras kuning, baunya tak sedap pula. Kalau dimasakpun tak enak baunya," ujar I boru Harahap penerima beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT, saat diwawancari wartawan Senin (3/1).

Kekesalan sejumlah warga penerima bantuan di Kelurahan Pasar Pargarutan ini semakin menjadi jadi. Seharusnya, setiap penerima BPNT mendapatkan 60 kg beras, 1 kg kacang tanah, 1 kg kacang ijo serta 2 papan talur ayam. 

"Telur ayamnya belum ada. Kata pendampingnya masih harus nunggu lagi. Kesal kita jadinya, mana berasnya bau telurnya pun tak ada" ujar Boru Harahap.

Menurut warga, penerima BPNT jumlah bantuannya berbeda beda. Ada yang 800 ribu ada yang satu juta dua ratus ribu. Dengan anggaran sebesar itu, sesuai dengan peraturan Kemensos, seharusnya beras yang diterima penerima BPNT adalah beras kualitas premium.

Awak media mencoba menghubungi Dinas Sosial Tapanuli melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin Mhd Yusuf Nst via Selular dan pesan singkat whatsapp dinomor 0821-71XX-11XX tidak diangkat dan direspon. (AS)

EDITOR: ADZAN SINAGA

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video