Indomedia.co - Angka Kemiskinan di Tapanuli Selatan mengalami seribu jiwa lebih peride Maret 2020 - Maret 2021. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 25,01 ribu jiwa atau sebesar 8,80 persen terhadap jumlah total penduduk.

Dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 sebesar 8,47 persen atau sebanyak 23,96 ribu jiwa, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 1,05 ribu jiwa. Dengan demikian, persentase penduduk miskin meningkat sebesar 0,33 poin.

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan pada tahun 2021 juga menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun 2020.

Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,87 tahun 2020 menjadi 1,53 tahun 2021. Demikian pula Indeks Keparahan naik dari 0,16 tahun 2020 menjadi 0,40 tahun 2021. 

Kenaikan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin bertambah.

"Data itu masih perlu kita telusuri untuk mencari penduduk yang bertambah menjadi kategori miskin dimana dan siapa. Saya masih butuh bantuan rekan-rekan BPS, untuk mengklarifikasi siapa siapa yang dikatakan BPS bertambah miskin, Karena data itu diperlukan oleh Bappeda dalam menyusun RPKD,” ujar Rasyid Assaf Dongoran, MSi, Wakil Bupati Tapanuli Selatan saat dikonfirmasi wartawan Sabtu (15/1).

Rasyid Assaf Dongoran mengajak semua pihak untuk Informasikan tentang warga Tapsel yang mungkin selama ini belum terdata sebagai kategori miskin dan sangat miskin serta belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk memverifikasi data dapat dilakukan ke Dinas Sosial. 

“Partisipasi publik dalam pembangunan Tapsel yang kita cintai ini sangat dibutuhkan sebagai indikator tata kelola pemerintahan yang baik dan benar, termasuk diantaranya partisipasi publik dalam memasok data Penduduk miskin yang mungkin selama ini belum terdata” ujar Rasyid Assaf Dongoran. (Adzan Sinaga)

EDITOR: ADZAN SINAGA

 

Tulis komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama

Video