Indomedia.co
- Menyikapi mulai merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Medan dan sekitarnya, Tim Aspirasi Haris Kelana Damanik menggelar pengasapan (fogging) di Kompleks KPUM, Terjun, Medan Marelan, Minggu, 22 Mei 2022.

Kegiatan tersebut dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir menjelang pukul 10.00 WIB. Hal tersebut disesuaikan dengan aktifitas puncak nyamuk DBD, pagi hari, dan sore hari di jam 16.00-18.00.

“Kita bergerak setelah mendengar aspirasi dan permintaan warga. Sudah menjadi moto kita di Tim Aspirasi, ‘Dengar, Lihat, Lakukan’. Semua kita lakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan terutama masyarakat,” ujar Haris Kelana Damanik melalui sambungan telepon karena sedang dalam perjalanan dinas ke Sumatera Barat.

Berbarengan dengan kegiatan tersebut, bersama warga kompleks, Tim HKD dan PAC Parta Gerindra Marelan dan Ranting Terjun juga melakukan bakti gotong royong membersihkan lingkungan sekitar kompleks.

“Fogging itu sebenarnya pengendalian nyamuk DBD, untuk memutus rantai penularan kasus di suatu kawasan. Pencegahan terbaik itu PSN3M Plus. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup rapat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembang biak,” katanya.

Untuk itu, Haris yang juga Ketua Komisi IV DPRD Medan itu berharap peran serta aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau lingkungan bersih, wabah dan penyakit pun akan jauh-jauh dari kita, insyaallah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Lingungan XIII Saddiani Harahap bersama pengurus kompleks seperti Frans Sirait, Toga Nainggolan, Hendrik Aritonang, D Hulu, bersama yang lainnya menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kepedulian Haris Kelana Damanik bersama seluruh tim yang selalu responsif selama ini.

“Aksi nyata dan kepedulian seperti ini sangat kita butuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Frans Sirait menyampaikan penghargaan atas gerak cepat Haris dan timnya.

“Pak Haris Kelana selalu terdepan memperjuangkan aspirasi warga kita. Yang bisa beliau lakukan sendiri, langsung dibantu. Yang butuh penanganan dari Pemko Medan, beliau perjuangkan melalui DPRD Medan,” ujarnya.

Yang sangat terasa dampaknya, papar Sirait, adalah instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada Dinas PU agar menormalisasi parit AMD secara maksimal untuk mencegah banjir di kawasan Medan Marelan.

“Kita sudah merasakan dampaknya. Itu sebabnya seluruh komponen warga kompleks ikut bergerak memberikan dukungan, agar proses pengerukan itu bisa berjalan dengan lancar dan memberikan dampak maksimal,” katanya. (Suwardi Sinaga)

Editor: M Harizal

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama