Indomedia.co
- PT Pegadaian Kanwil I Medan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan barang dan alat produksi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mitra binaan PT Pegadaian di tiga lokasi, Jumat, 22 Juli 2022.

Bantuan barang dan alat produksi diserahkan langsung oleh Deputi Operasional I Ketut Suarnawa didampingi Kabag CSR Nurul Asniar dan Kabag Humas & Protokoler Gopher Manurung kepada mitra binaan, sebagai penerima manfaat program CSR PT Pegadaian, dua pelaku UMKM diantaranya di Kota Medan dan satu di Kota Binjai.

Di Kota Binjai, bantuan yang diberikan berupa alat pertukangan kayu mulai dari mesin gergaji, mesin serut, mesin ukir dan lainnya kepada Rio Anggara, yang merupakan Mitra Binaan (MB) Unggulan Program Kemitraan PT Pegadaian sejak Tahun 2020. 

Disaksikan Pimpinan Pegadaian Cabang Binjai, Sentot Sunarso, bantuan tersebut sangat bermanfaat dan membantu Pranoto Wijaya (orangtua Rio Anggara) dalam mengembangkan usaha kayu yang telah digelutinya selama 17 tahun.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat kami butuhkan untuk mempercepat produksi pengolahan kayu menjadi pintu, kusen maupun lainnya sesuai kebutuhan pesanan (konsumen)," ujar Pranoto seraya mengucapkan syukur telah mendapatkan bantuan barang produksi dari PT Pegadaian Kanwil I Medan.

Pimpinan Pegadaian Cabang Binjai Sentot Sunarso mengatakan, bantuan alat pertukangan kayu ini bagian dari program CSR perusahaan BUMN untuk membantu pelaku UMKM. 

"Semoga bantuan ini dapat mendorong kemajuan produksi usaha milik Bapak Pranoto dan Rio Anggara. Jika ke depan membutuhkan tambahan modal usaha, silahkan datang ke kantor Pegadaian," ungkap Sentot.

Deputi Operasional I Ketut Suarnawa menambahkan, bantuan yang diserahkan bagi para pelaku usaha di Medan dan Binjai merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Sejak masa pandemi telah melumpuhkan sektor ekonomi tanah air. Dan pelaku usaha (UMKM) ikut merasakannya. Melalui bantuan CSR PT Pegadaian Kanwil I Medan, berharap dapat menggerakkan kembali gairah UMKM sebagai penopang ekonomi Indonesia khususnya Sumatera Utara (Sumut)," sebut I Ketut Suarnawa.

Selanjutnya di Kota Medan, bantuan alat produksi berupa kulkas dan mixer diberikan PT Pegadaian bagi UMKM di Jalan Pendidikan Kecamatan Perjuangan Kota Medan. Bantuan tersebut langsung diterima Susanna, pelaku usaha industri rumahan olahan kue tradisional, bolu dan jajanan rumahan. 

Masih di Kota Medan, bantuan alat produksi berupa mixer dan frezeer (mesin pendingin) juga disalurkan kepada Cindy Puspita Sari pelaku UMKM jenis makanan dimsum di Jalan Sakti Lubis Gang Amal.

"Total keseluruhan bantuan alat produksi yang disalurkan CSR PT Pegadaian Kanwil I Medan senilai 20 juta rupiah kepada tiga pelaku UMKM di Medan dan Binjai," ujar Kabag CSR PT Pegadaian Kanwil I Medan Nurul Asniar.

Nurul menambahkan, ada sekitar seratusan nasabah binaan Pegadaian Medan untuk wilayah Sumut. Sesuai kriteria yang ada, setiap tahun dijadikan MB Naik Kelas dan Unggulan. Adapun setiap tahun akan diberikan bantuan kepada MB Unggulan dimana hari ini ada tiga pelaku UMKM yang dibantu berupa alat produksi oleh PT Pegadaian Medan. Ketiga nasabah ini terpilih sebagai nasabah unggulan yang memiliki potensi usaha yang berkembang ke depannya. Selain itu, nasabah tersebut selalu lancar membayar angsuran pinjaman usaha di Pegadaian Medan," ucap Nurul.

Menurut Nurul, berhubung penyaluran Program Kemitraan (PK) sudah tidak disalurkan lagi di PT Pegadaian jadi bagi pelaku usaha yang ingin menjadi binaan Pegadaian Medan, dapat mengajukan pinjaman modal usaha KUR Syariah di kantor cabang ataupun unit (outlet) terdekat. 

"Pegadaian Medan siap membantu dan melayani pembiayaan modal usaha bagi UMKM melalui KUR Syariah," ucapnya.

Susanna dan Cindy Puspita Sari penerima bantuan CSR Pegadaian Medan berterima kasih pada Pegadaian atas bantuan alat produksi yang diberikan. 

"Terima kasih banyak bagi Pegadaian yang telah memberikan bantuan. Semoga usaha saya dapat lebih maju lagi dan Pegadaian makin jaya," ungkap Susanna yang sejak 2015 membuka usaha Bolu Brownies Alya.

Cindy Puspita Sari mengaku memilih Pegadaian untuk mendapatkan pembiayaan modal usaha.

"Prosesnya sangat gampang, tidak ribet dan juga imbal jasa yang ditetapkan sangat rendah sebesar 3,2 persen per tahun," ucap Cindy, pemilik usaha Dimsum Kyoku. (Suwardi Sinaga)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama