Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat usai melakukan sosialisasi 4 pilar di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun. (Foto: Ist)

Indomedia.co
- Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan, penangan stunting harus menjadi salah satu agenda prioritas. Penanganan stunting harus terencana, terprogram dan berkelanjutan sehingga Indonesia bebas dari stunting sehingga Indonesia menghasilkan generasi yang sehat dan pintar, sehingga Indonesia kelak mampu menjadi negara yang maju.

“Untuk meminimalisir tingkat stunting, semua pihak harus berperan, terutama orangtua dan lingkungannya,” ujar Ketua Bidang Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat kepada wartawan, usai menggelar sosialisasi 4 pilar di Aula Kantor Camat, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Jumat, 22 Juli 2022.

Didampingi istri, Djarot yang juga anggota Komisi IV DPR RI ini, berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevelensi stunting di Sumatera Utara, masih di angka 25,8 persen. 

Sedangkan untuk kabupaten Simalungun, dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta orang, angka stuntingnya terhitung cukup tinggi, yakni diangka 28 persen. Padahal di Kabupaten Simalungun, sumber potensi protein, mineral dan vitamin karena wilayahnya memiliki lahan pertanian, perikanan, peternakan yang lengkap.

“Simalungun ini merupakan daerah pemasok hasil pertanian, buah-buahan, peternakan dan perikanan untuk kebutuhan Sumatera Utara dan Propinsi tetangga, seharusnya tingkat stunting di daerah ini harus rendah, setidaknya dibawah 8 persen,” tegas Djarot.

Karena, tambah mantan calon Gubernur Sumatera Utara tersebut, untuk menekan angka stunting tidak perlu biaya mahal. Tetapi lebih pada bagaimana memberikan edukasi kepada pasangan menjelang nikah, pengetahuan dan informasi kepada ibu hamil hingga saat melahirkan, hingga anaknya minimal usia 2 tahun dengan memanfaatkan potensi yang ada disekitar mereka, apakah sayuran, buah-buahan, telur ayam, susu sapi dan lainnya.

“Semuanya ada di sekitar mereka seperti telur ayam, ikan, tempe, tahu, kacang-kacangan dan lainnya yang hargaya murah. Tinggal saja berkonsultasi pada pendamping dan petugas posyandu. Jika tidak mampu beli daging, apa makanan di sekitar mereka yang nilai gizinya sama, namun berbiaya murah. Targetnya, calon ibu memakan makanan yang bergizi memadai, sehingga anak yang lahir sehat jasmani dan memiliki tingkat kecerdasan yang mumpuni,” sambung Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Ditambahkan Djarot, target Indonesia bebas stunting ini merupakan komitmen PDI Perjuangan yang selalu disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri, yang kemudian diterjemahkan pada kebijakan nasional oleh Joko Widodo selaku petugas partai yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, untuk generasi masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Jika kaum ibunya sehat, generasi penerus bangsa Indonesia tentunya akan sehat, cerdas dan cita-cita sesuai dengan Pacasila dan UUD 1945, yakni mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, akan terwujud,” tutup Djarot.


kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Simalungun, Gimrood Sinaga, SKM, MKM

Yang hadir dalam kegiatan  sosialisasi 4 Pilar dengan tema pencegahan stunting menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Simalungun bertekad untuk menurunkan angka stunting setiap tahunnya. Tahun 2021 masih berada diangka 28,0%. Sementara untuk tahun 2022 ditarget diangka 24,65%, dan 2023 (20,81%) sementara 2024 menargetkan (16,86%).


"Dengan bantuan semua pihak, termasuk Pak Djarot, maka kami yakin dapat melebihi target yang sudah ditetapkan," pungkasnya.


Dioenghujung kegiatan sosialisasi pencegahan stuntung ini,Happy Djarot membagikan beras, telur kepada warga, serta susu dan roti untuk anak-anak yang ada di sekitar lokasi(***)

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama