Indomedia.co - Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly Pasaribu melakukan aksi gerak cepat, evakuasi dan memberikan perawatan medis terhadap bayi umur 3 bulan penderita Hidrosefalus di Desa Sipangko Kecamatan Angkola Muara Tais.

"Ananda Ahmad Zaini Abdullah sudah sampai di Rumah Sakit Umum Daerah Sipirok dan telah mendapat penanganan medis" ujar Bupati Dolly Pasaribu, Kamis 22 September 2022 melalui pesan singkat Whatsapp.

Peristiwa ini berawal, saat Bupati Dolly Pasaribu pada Kamis 22 September 2022 sekitar pukul 8 pagi mendapat kabar, ada bayi penderita Hidrosefalus di Desa Sipangko Angkola Muara Tais. Bayi berumur 3 bulan atas nama Ahmad Zaini Abdullah berasal dari keluarga sangat sederhana. 

"Jam 9 pagi datang petugas dari Dinas Kesehatan Tapsel, Rumah Sakit Umum Sipirok dan Dinas Sosial. Katanya mereka disuruh Pak Bupati jemput saya dan anak saya untuk dibawa dan dirawat di rumah sakit, dan sekarang kami sudah di RSU Sipirok" ujar Risma Dewi (26) ibu bayi penderita Hidrosefalus, pada Kamis siang.

Menurut Risma Dewi, sejak bayinya lahir 3 bulan lalu sudah mengalami pembengkakan pada bagian kepala. Besarnya biaya perawatan di rumah sakit serta keadaan ekonomi yang sangat sederhana, membuat Risma Dewi harus memendam keinginan untuk mengobati anaknya.

"Tapi sekarang sudah lega, Pak Dolly sudah meringankan hidup saya dan anak saya. Terimakasih ya Pak Bupati." ujar Risma sambil menangis mengucap syukur, saat dijumpai wartawan di RSU Sipirok.

Di RSU Sipirok ini, bayi manis Ahmad Zaini Abdullah akan menjalani perbaikan kondisi kesehatan secara umum, kemudian akan dirujuk ke Medan untuk penegakan diagnosis.

"Akan dirujuk ke Medan untuk penegakan diagnosis dan tatalaksana selanjutnya, yg kemungkinan besar akan membutuhkan dokter Spesialis Bedah Syaraf" ujar Bupati Dolly Pasaribu melalui pesan singkat selular kepada wartawan.

Untuk penanganan peristiwa yang humanis dan krusial, Bupati Dolly Pasaribu memang selalu mengedepankan aksi cepat.

"Cepat dan tepat, itu yang saya lihat dari Pak Bupati. Beliau sangat tanggap untuk hal hal yang humanis dan krusial seperti ini," ujar Muhammad (48) warga Desa Sipangko yang melihat proses evakuasi bayi penderita Hidrosefalus. (MA)

Editor: MA

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama