Indomedia.co - Sejumlah kilang padi atau mesin gilingan padi di Tapanuli Selatan Sumatera Utara, berhenti berproduksi akibat kekurangan gabah dari petani. Pemilik kilang mengakui, saat ini stok beras di gudang mereka terbatas.

Terpantau pada Minggu 4 September 2022, kilang padi yang berhenti berprodukasi seperti kilang di Desa Pasir Matogu, Desa Huta Holbung, Desa Pargumbangan Kecamatan Angkola Muaratais.

"Tak ada gabah, banyak terjadi gagal panen" ujar Harahap (46) pemilik Kilang Padi di Desa Pasir Matogu Angkola Muaratais.

Berhentinya produksi beras di kilang padi ini, sudah terjadi satu bulan belakangn ini. Akibatnya, stok beras di gudang mulai menipis.

"Sudah satu bulan belakanga ini kita tak menggiling karena gabah tidak ada." ujar A. Nasution pemilik kilang padi di Desa Hutaholbung Kecamatan Angkola Muaratais.

Mengantisipasi kurangnya gabah dari petani ini, pemilik kilang sudah mencari gabah hingga ke luar daerah Tapanuli Selatan, seperti ke Kabupaten Mandailing Natal. 

"Di sana pun gabahnya terbatas, jadi kita tidak kebagian. Kilangpun banyak yang berhenti berproduksi di sana karena kurang gabah" lanjut A. Nasution.

Menyinggung stok beras di kilang, para pemilik kilang mengakui mulai terbatas.

Baca: Harga Beras Naik 4 Ribu Rupiah di Pekan Hutatonga Tapanuli Selatan

Harga Karet Rakyat Turun Drastis di Tapanuli Selatan

Pantauan indomedia.co, di sejumlah kecamatan di Tapanuli Selatan, seperti Batang Angkola, Sayur Matinggi hingga Kecamatan Tano Tombangan, sejumlah kilang berhenti berproduksi akibat kekurangan gabah dari petani.

Sementara itu, harga beras merangkak naik dalam sepekan terakhir di Pasar Tradisional di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidimpuan. Seperti di Pasar Hutatonga, Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Sabtu 3 September 2022, beras kwalitas lokal naik 4 ribu rupiah per tabung.

"Naik 4 ribu satu tabung, pekan kemarin 41 ribu sekarang 45 ribu rupiah" ujar Ibu Farida (62) warga Desa Sipangko Angkola Muaratis yang baru pulang belanja dari Pasar Tradisional Hutatonga. (As)

Editor: Azan Sinaga

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama