Indomedia.co -
Pembagian 5% dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Maju Bersama (HMB) tidak menyalahi aturan. Sebab hal itu tercantum dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi HMB, Desa Singkuang II, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Bab 8 Pasal 40.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KUD HMB Zukril Nasution kepada wartawan, di Mako Polres Madina, Kamis sore, 3 November 2022, usai gelar perkara di Aula Satreskrim, terkait pengaduan masyarakat (Dumas) mantan Sekretaris KUD HMB Kasman Daulay di Polsek MBG beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Zukril menuturkan, apa yang menjadi tuntutan Kasman Daulay dinilai tidak berdasar dan hanya membuat ricuh. Mantan Sekretaris KUD HMB itu diduga telah mencoba memprovokasi anggota KUD HMB dan membuat laporan pengaduan masyarakat ke Polsek MBG.

"Apa yang menjadi pokok laporan sebenarnya sudah jelas tertuang di dalam AD/ART KUD HMB. SHU KUD HMB akan dipotong sebesar 5% yang merupakan biaya operasional, serta biaya atau gaji pengurus KUD," ujarnya.

Lanjutnya, sejak KUD berdiri hingga saat ini, AD/ART itu tidak pernah diubah. Bahkan, ketika Kasman Daulay menjabat Sekretaris KUD, juga sudah ada. Tetapi, mengapa sekarang ketika sudah mengundurkan diri dan menjadi anggota biasa, membuat ricuh suasana, bahkan memprovokasi anggota lain.

Zukril bercerita, pada Maret 2022 lalu, Kasman Daulay mengundurkan diri, dan resmi berhenti menjadi Sekretaris KUD HMB sejak April 2022. Ketika pembagian SHU di bulan April 2022, Kasman Daulay juga masih menerima pembayaran gaji pengurus KUD dari hasil SHU pembagian dari 5% tersebut untuk gaji bulan Januari hingga Maret 2022 sebesar kurang lebih 21 juta rupiah.

Kemudian, setelah resmi berhenti bulan April 2022, pada pembagian SHU bulan Juli, Kasman Daulay sudah tidak mendapatkan pembagian 5% dari SHU. Nah, disinilah awal mula Kasman Daulay mulai memprovokasi anggota, dan meminta pengurus KUD HMB untuk mundur.

Demi menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman di tubuh KUD HMB, Zukril berharap agar Kasman Daulay bisa legowo.

Di tempat terpisah, Kapolsek Muara Batang Gadis AKP Saszorro Efendi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya dumas yang dibuat Kasman Daulay ke Polsek MBG.

"Dumas tersebut menyatakan adanya penggelapan dana KUD HMB. Namun hingga saat ini proses lidik dari Polsek MBG belum menemukan adanya unsur pidana seperti yang dituduhkan dalam dumas tersebut," ungkapnya.

Hasil lidik sudah disampaikan perkembangannya melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 1 November 2022 kepada pelapor Kasman Daulay.

"Kepolisian tidak bisa dengan mudah menuduh seseorang itu melakukan tindak pidana tanpa adanya ditemukan bukti atau hal yang melanggar hukum. Karena, ada proses atau tahapan yang harus Polri lakukan untuk menentukan laporan itu apakah benar telah ada unsur yang melanggar hukumnya," terangnya.

Zorro menambahkan, setiap laporan dari masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti. Polsek MBG telah bekerja sesuai SOP dan memberitahukan perkembangan hasil laporan kepada pelapor. (MS Putra)

Editor: Suwardi Sinaga

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Komentar

Komentar pembaca tidak menjadi bagian dari tanggung jawab Redaksi

Lebih baru Lebih lama