Bupati Pantau Aktivitas Gunung Sorikmarapi: Tak Ada Kegiatan Pengeboran PT SMGP


Bupati Madina, Saipullah Nasution mengunjungi pos pantau aktivitas vulkanik Gunung Sorikmarapi di Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina, Sabtu, 4 April 2026. (Indomedia/MS Putra)

Indomedia -
Bupati Madina, Saipullah Nasution mengunjungi pos pantau aktivitas vulkanik Gunung Sorikmarapi di Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina, Sabtu, 4 April 2026.

Dapat diketahui, Badan Geologi Kementerian ESDM RI melaporkan kenaikan tingkat aktivitas gunung api Sorikmarapi dari level 1 (normal) ke level 2 (waspada).

"Badan Geologi telah melaporkan tentang kenaikan tingkat aktivitas gunung api Sorikmarapi dari level normal ke level waspada. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dengan jarak 1,5 km dari gunung kemudian pendakian untuk sementara waktu ditutup," kata bupati Saipullah Nasution.

Bupati meminta masyarakat sekitar agar tidak panik, karena BMKG dan Kementerian ESDM tetap memantau situasi ini selama 24 jam.

"Jangan takut dan panik, karena BMKG dan Kementerian ESDM akan memberikan informasi secara cepat dan berjenjang," katanya. 

Bupati Madina, Saipullah Nasution memberikan keterangan kepada awak media saat mengunjungi pos pantau aktivitas vulkanik Gunung Sorikmarapi di Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina, Sabtu, 4 April 2026. (Indomedia/MS Putra)

Tidak Ada Kegiatan Pengeboran PT SMGP

Bupati juga menyampaikan sudah melakukan koordinasi dengan PT SMGP, selaku perusahaan pembangkit listrik panas bumi di wilayah Puncak Sorik Marapi. Saat ini tidak ada kegiatan pengeboran yang dilakukan perusahaan.

"Tidak ada kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan, dan ini kondisi alam gunungapi kita yang sedang beraktivitas," tambahnya.

Terkait fenomena alam yang terjadi di Masjid Al Muhajirin Desa Parbangunan yang mengeluarkan panas dari lantai, BPBD Madina sudah meminta Badan Geologi untuk turun guna memastikan penyebabnya. Masyarakat diminta tidak menyebar asumsi liar karena dikhawatirkan situasi semakin kacau.

Dari data yang berhasil dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Sorikmarapi, pada tanggal 2 April terjadi gempa vulkanik dalam 115 kali, gempa terasa 4 kali, gempa tektonik jauh 11 kali.

Sedangkan tanggal 3 April terjadi gempa vulkanik dalam 56 kali, gempa terasa 1 kali, tektonik jauh 4, dan genap lokal 5 kali, dan pada tanggal 4 April gempa vulkanik dalam 20 kali hingga pagi hari. ***

Reporter: MS Putra

Editor: Suwardi Sinaga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama