Publik Diminta Hentikan Komentar Negatif Terhadap Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Karo

Gubernur Sumut Bobby Nasution mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi Korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Jumat, 11 September 2026. (Diskominfo Sumut)
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi Korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Jumat, 11 September 2026. (Diskominfo Sumut)

Indomedia.co
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta masyarakat dan media menghentikan komentar negatif serta perundungan terhadap siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Menurutnya, dukungan publik sangat penting untuk membantu pemulihan kondisi mental dan psikologis para siswi.

Bobby mengatakan secara medis kondisi para siswi sebenarnya telah ditangani tim dokter di Sumatera Utara. Namun, kedua siswi tersebut dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut karena mengalami kondisi psikologis dan trauma yang lebih berat dibandingkan korban lainnya.

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby, Sabtu, 12 September 2026. 

Menurut Bobby, tim dokter dari Sumut juga turut mendampingi proses perawatan kedua siswi tersebut di Jakarta.

Ia menegaskan, proses pemulihan korban tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis anak-anak yang terdampak.

Karena itu, Bobby meminta masyarakat dan media turut mendukung proses pemulihan dengan tidak memberikan tekanan tambahan kepada para siswa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.

“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” ujarnya.

Bobby mengungkapkan, tim medis telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Ia berharap publik juga dapat menahan diri agar proses penyembuhan para korban berjalan optimal.

“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” katanya. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler