Anak SD dan Abang Ojol Jadi Wajah Solidaritas Siantar

Suwardi Sinaga - Selasa, 09 Desember 2025 08:42 WIB
Anak SD dan Abang Ojol Jadi Wajah Solidaritas Siantar
Istimewa
Anak-anak SD Negeri 124392 Pematangsiantar menyalurkan bantuan kemanusiaan ke MUI.
indomedia.co -Di tengah duka bencana yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat harapan justru hadir dari wajah-wajah sederhana. Tangan mungil anak-anak SD Negeri 124392 Pematangsiantar menyalurkan bantuan kemanusiaan ke MUI berupa mi instan dan bantuan dana, Senin, 8 Desember 2025. Mereka mampu bersolidaritas dari uang jajan mereka untuk membantu sesama.

Hal yang melengkapi peristiwa donasi di posko MUI pada hari itu adalah kehadiran para abang ojol yang memutar kehidupan dari roda dijalanan memberikan donasi berupa sembako, roti, mi instan dan air mineral. Hal ini melengkapi bantuan yang selama ini diterima dari jemaah masjid, atau warga dan organisasi.

Sejak Jumat, 28 November 2025 hingga Senin, 8 Desember 2025, masyarakat Kota Pematangsiantar yang tergabung dalam organisasi Islam seperti BKPRMI, PMII, Ansor, WI, MDDII, Perguruan Tinggi Islam SAMORA, DMI, dan PCNU di bawah naungan MUI Kota Pematangsiantar, telah enam kali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak seperti Langkat, Sibolga, Tapanuli Tengah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang.

Abang ojol yang memutar kehidupan dari roda dijalanan memberikan donasi. (Istimewa)

Bantuan yang dikirim meliputi makanan, obat-obatan, pakaian, selimut, dan berbagai kebutuhan pokok. Namun hari ini, yang paling menyentuh hati bukanlah jumlah bantuan, melainkan siapa yang menyerahkannya. Anak-anak sekolah dasar dengan seragam sederhana, membawa kantong plastik berisi makanan ringan hasil tabungan uang jajan. Abang-abang ojek online, dengan motor yang sehari-hari menjadi sumber nafkah, rela menyisihkan penghasilan mereka untuk membeli selimut dan obat-obatan.


Solidaritas ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal usia atau profesi. Anak kecil yang baru belajar membaca dan abang ojol yang bergelut dengan panas dan hujan, sama-sama menjadi teladan kepedulian. Mereka mengajarkan bahwa tangan mungil bisa membawa harapan, dan roda motor bisa mengantarkan doa.

Di balik kepolosan anak-anak dan ketulusan para pekerja jalanan, bencana ini juga menjadi teguran keras bagi tangan-tangan kotor yang merusak hutan. Pohon yang ditebang tanpa nurani, tanah yang digunduli demi keuntungan sesaat, telah menjelma menjadi banjir dan longsor yang merenggut rumah serta harapan.

"Setiap bantuan yang kami kirim bukan hanya untuk meringankan beban, tapi juga doa agar manusia kembali sadar bahwa hutan adalah kehidupan," ujar Rony, koordinator relawan dengan mata berkaca-kaca.

Gerakan kemanusiaan ini adalah cermin: anak SD dan abang ojol menunjukkan wajah solidaritas yang tulus, sementara perusak hutan diingatkan bahwa kerakusan mereka adalah pengkhianatan terhadap masa depan.

"Kami terharu peristiwa hari ini, anak SD dan abang ojol adalah cermin solidaritas yang melengkapi pengiriman bantuan kemanusiaan, tapi bagi kami ini tidak berhenti hanya dalam wajah solidaritas. Jauh dari itu ini adalah teguran dan pukulan kepada penguasa yang rakus mencuri sumber daya alam. Yang karena itu banyak teman mereka anak anak SD yang tidak bisa belajar dan abang ojol yang tak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Ini pukulan untuk pejabat negara," papar Efendi Siregar, Ketua MPD BKPRMI.

Seruan Moral

Ini bukan sekadar laporan kegiatan, tetapi seruan moral, belajarlah dari anak-anak kecil yang memberi dengan hati. Belajarlah dari abang ojol yang berbagi meski hidupnya sederhana. Hentikan tangan-tangan kotor yang menebang doa bernama hutan. Karena kemanusiaan sejati bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga menjaga bumi agar tetap menjadi rumah yang aman bagi generasi mendatang. ***

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co

Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru