Banjir Bandang Terjang Sitaro, Sebelas Orang Meninggal
Suwardi Sinaga - Senin, 05 Januari 2026 23:39 WIB
BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro
Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Kepualauan Sitaro, Senin, 5 Januari 2026.
indomedia.co -Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara pada Senin, 5 Januari 2026. Hingga pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia sebanyak sebelas orang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.
Dijelaskan, dari sebelas korban meninggal dunia, enam jenazah telah terindentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan. Kepada keluarga korban meninggal dunia, BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban.
"Hingga malam ini, lima orang masih dinyatakan hilang atau dalam pencarian. Operasi search and rescue atau SAR belum dilanjutkan karena terhalang cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor susulan pada lokasi bencana. Operasi SAR akan segera dilanjutkan keesokan hari," jelas Abdul Muhari.
Selain korban meninggal dunia, kejadian ini turut berdampak pada 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi. Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids ware, dan makanan siap saji di pengungsian.
"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan," katanya.
Merespons keadaan darurat ini, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 hari TMT 5 Januari sampai dengan 18 Januari 2026.
Untuk keperluan pembukaan akses jalan yang putus BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke Lokasi bencana dengan target kerja ketika cuaca telah memungkinkan, pungkas Abdul Muhari. ***
Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News
Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co
Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Banjir Bandang di Buleleng, Dua Warga Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Masih Hilang
Operasi Pencarian Longsor Bandung Barat Kerahkan Alat Berat dan Anjing Pelacak
Tanah Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Meninggal Dunia
BNPB Bekali Verifikator Kerusakan Rumah Terdampak Bencana Bansor di Aceh Tamiang
Bareskrim Polri Selidiki Penyebab Banjir Bandang Aceh Tamiang
Pemulihan Fisik dan Psikososial Fokus Utama Pemerintah di Kabupaten Agam
Komentar