Cuaca Masih Ekstrem, Pemkab Madina Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama Dua Minggu
MS Putra - Rabu, 26 November 2025 20:38 WIB
MS Putra
Bupati Madina, Saipullah Nasution, menggelar rapat bersama Forkopimda dan dinas terkait di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Rabu, 26 November 2025.
indomedia.co -Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan. Keputusan ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Madina dalam sepekan terakhir.
Penetapan status tersebut dilakukan oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution, usai menggelar rapat bersama Forkopimda dan dinas terkait di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Rabu, 26 November 2025.
Bupati Saipullah menjelaskan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan laporan dan perkembangan terkini di lapangan.
"Curah hujan tinggi berlangsung selama satu minggu di Mandailing Natal, dengan intensitas sangat tinggi dalam tiga hari terakhir. Dampaknya, hampir 65 persen wilayah Kabupaten Mandailing Natal terdampak bencana," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa prediksi cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan masih akan berlanjut hingga awal Desember.
"Kita bersama Forkopimda menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Ini bersifat dinamis dan bisa saja diperpanjang atau diperpendek sesuai situasi," jelas Bupati.
Bupati Saipullah juga menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat bertujuan untuk mempermudah koordinasi bantuan dan mobilisasi peralatan ke wilayah terdampak.
"Untuk mempermudah koordinasi dan suplai ke desa-desa terdampak, kita akan memobilisasi seluruh peralatan dan bekerja sama dengan TNI/Polri mendirikan posko tanggap darurat," ujarnya.
Akses Jalan Terganggu dan Wilayah Terendam Banjir
Sebelumnya, Pj Sekda Madina, Sahnan Pasaribu, melaporkan berbagai kondisi bencana yang terjadi di wilayah tersebut, termasuk banjir yang merendam Desa Siualangaling.
"Kemarin sore, kita sudah kirim bantuan tiga ton beras ke Desa Siualangaling," ujar Sahnan.
Ia juga menyebutkan adanya gangguan akses transportasi menuju pantai barat akibat longsor.
"Akses dari Jembatan Merah menuju Simpang Gambir tidak bisa dilalui karena longsor," tambahnya.
Tidak hanya itu, akses dari Tapanuli Selatan (Tapsel) menuju Madina ikut terdampak, bahkan jaringan komunikasi di sejumlah titik mengalami gangguan sehingga menyulitkan proses koordinasi di lapangan.
Imbauan kepada Masyarakat
Menutup rapat, Bupati Saipullah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan.
"Jangan melakukan aktivitas ketika situasi bencana atau banjir sedang terjadi untuk mencegah dampak lebih buruk," pesannya. ***
Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News
Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co
Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gubernur Sumut Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 31 Desember
Status Tanggap Darurat Bencana di Madina Turun Menjadi Transisi
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut 8–15 Desember 2025, Masyarakat Diminta Waspada
23 Orang Meninggal Akibat Bencana Cuaca Ekstrem Sumbar
Bobby Tetapkan Sumut Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari
Pemkab Madina Umumukan 80 Mahasiswa Miskin Berprestasi Penerima Beasiswa TA 2025
Komentar