Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau

Suwardi Sinaga - Kamis, 26 Februari 2026 14:58 WIB
Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau
Istimewa
Inovasi USAT Perwira Pertamina EP Rantau Field mendapat penghargaan Platinum pada ajang Upstream Improvement & Innovasi Award (UIIA) 2025 Subholding Upstream Pertamina. Lewat inovasi ini Pertamina EP Rantau Field berkomitmen untuk mengembangkan teknol
indomedia.co -Inovasi USAT (Ultimate Sand Trap) yang dikembangkan perwira-perwira Pertamina EP Rantau berhasil menekan resiko kehilangan produksi (loss production) akibat masalah kepasiran. Aksesori USAT yang dipasang di tengah lapisan tubing pompa ini memiliki dampak yang sangat besar, mampu menghindarkan biaya tambahan dan justru menambah pendapatan hingga miliaran rupiah.

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Tomi Wahyu Alimsyah menjelaskan sumur-sumur migas yang telah mature di lapangan PEP Rantau kerap menghadapi masalah kepasiran. Pasir ikut naik bersama aliran fluida yang mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun tidak optimalnya minyak mentah (crude oil) yang terangkut.

"Sebelumnya inovasi yang diterapkan untuk mengatasi masalah kepasiran adalah We Are Fines di tahun 2023. Kemudian USAT dikembangkan dan diaplikasikan sejak 2024 untuk melengkapi inovasi sebelumnya. Dengan begitu masalah kepasiran di beberapa aspek bisa teratasi," terang Tomi dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.

Saat ini metode We Are Fines sudah diterapkan di seluruh sumur minyak dalam pengelolaan PEP Rantau Field. Sementara itu, teknologi USAT hingga September 2025 telah diterapkan di tiga sumur (P-420, P-383, dan P-406).

"Tadinya, sebelum diterapkan We Are Fines dan inovasi USAT ini angka resikonya mencapai 62%. Kami optimistis, dengan penerapan menyeluruh ini akan meningkatkan penghematan yang semakin meningkat di tahun 2025," katanya.


Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru