Kerjasama Politik PDIP dan PKS di Sumut Diprediksi Membawa Rasa Baru
Budi W - Rabu, 27 Maret 2024 23:02 WIB
Dok Pemprov Sumut
Kantor Gubernur Sumatera Utara.
indomedia.co -Usai Pemilihan Umum (Pemilu), masyarakat Sumatera Utara (Sumut) akan dihadapkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Selain pilkada kabupaten kota, Pemilihan Gubernur Sumut menjadi kontestasi yang menyita perhatian. Bahkan, wacana untuk menyatukan kerjasama politik antara PDI Perjuangan dengan PKS diyakini cukup strategis dan solid.
Menurut Sutrisno Pangaribuan yang merupakan kader PDI Perjuangan, satu- satunya kerjasama politik antar parpol, yang paling strategis dan paling solid, sekaligus paling dahsyat pasca Pemilu 2024 adalah kerjasama politik PDIP dan PKS.
Menurutnya, PDIP dan PKS telah membuktikan sebagai partai idiologis yang paling militan, solid, dan kuat. Sehingga kelompok orde baru dan neo orde baru selalu berusaha menghempang koalisi PDIP dan PKS baik di Pilpres maupun Pilkada.
"PDIP dan PKS sebagai partai politik yang memiliki basis konstituen yang kuat, jaringan struktur partai yang solid, dan kader yang digerakkan oleh idiologi partai akan menjadi ancaman bagi partai lain yang cenderung pragmatis dan oportunis," papar Sutrisno Pangaribuan dalam keterangannya, Rabu, 27 Maret 2024 malam.
Dalam pandangan mantan anggota DPRD Sumut 2014-2019 itu, kerjasama politik kedua partai pasti akan menjadi energi baru buat dinamika politik nasional. Maka di Sumatera Utara (SUMUT) sedang dirintis kerjasama politik antara PDIP dan PKS.
"Rapidin Simbolon (Bupati Samosir 2015-2020, Ketua DPD PDIP SUMUT) Caleg terpilih DPR RI 2024, berpasangan dengan Salman Alfarisi ( Wakil Ketua DPRD SU, MPW PKS SUMUT), Caleg DPRD SUMUT terpilih 2024. Kedua figur tersebut akan diperkenalkan kepada publik sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur. Pasangan Rapidin dan Salman diberi akronim (RaSa)," ujar Sutrisno.
Kerjasama politik PDIP dan PKS, akan mendorong terciptanya tatanan politik baru. Diprediksi akan terjadi pertarungan politik parpol yang idiologis versus parpol pragmatis, oportunis.
Dengan kerjasama politik, RaSa akan memberi "rasa" yang berbeda pada Pilgub Sumut 2024. Pasangan RaSa akan menegaskan potret SUMUT sebagai miniatur politik Indonesia yang selalu dibangun atas kerjasama politik kutub nasionalis dan kutub Islam.
"PDIP sebagai satu- satunya partai nasioanalis bekerjasama dengan PKS sebagai partai berbasis Islam yang kuat dan solid," tegasnya.
Ia menambahkan, tak hanya pada Pilgub Sumut, kerjasama politik PDIP dan PKS juga akan dijalin dan dibangun di 33 kabupaten/ kota se- SUMUT di Pilkada serentak tahun 2024.
Kerjasama sesuai komposisi perolehan kursi atau suara di Pemilu 2024. Jika di kabupaten/ kota tersebut kursi/ suara PDIP lebih tinggi, maka calon bupati/ walikota dari PDIP, wakilnya dari PKS.
Demikian sebaliknya, jika di kabupaten/ kota tersebut kursi/ suara PKS lebih tinggi dari PDIP, maka calon bupati/ walikota dari PKS, wakilnya PDIP. Kerjasama politik yang fair, adil, dan terbuka, sekaligus profesional dan proporsional.
"Kerjasama politik PDIP dan PKS akan memberi RaSa baru pada kontestasi politik barbar ala Pemilu 2024. Politik uang yang berlangsung secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) sangat mengkuatirkan bagi masa depan demokrasi Indonesia," terangnya.
"Maka kerjasama politik PDIP dan PKS, di Pilkada se- SUMUT kiranya menjadi role model kerjasama politik nasional di seluruh propinsi, dan kabupaten/ kota. Jika kerjasama politik di Pilkada serentak 2024 berhasil, maka kerjasama politik PDIP dan PKS akan berlanjut di Pilpres 2024," pungkas Sutrisno Pangaribuan.
Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News
Editor
: Budi W
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sengketa Pilgub Sumut, MK Tolak Gugatan Edy-Hasan
Effendi Murphy yang Hanya Diusung Partai NasDem Buat Kejutan di Pilkada Toba
Bawaslu Monitoring Pilkada di Medan Pakai Perahu
Forkopimda Sumut Komit Sukseskan Pilkada Serentak 2024
AMSI dan UNESCO Perkuat Kapasitas Jurnalis Jelang Pilkada Serentak
Keterlibatan Aktif Mahasiswa FISIP UMSU Membantu Pelaksanaan Pilkada Serentak di Sumut Berlangsung Tertib, Aman dan Jurdil
Komentar