Manga’i Binu Pelopori Seni Pertunjukan Teater Tradisi Nias

Budi W - Senin, 03 November 2025 19:52 WIB
Manga’i Binu Pelopori Seni Pertunjukan Teater Tradisi Nias
Istimewa
Pertunjukan teater Manga’i Binu di Gedung Pagelaran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu 1 November 2025.
indomedia.co -Diadaptasi dari cerita rakyat (folklore) Nias, pementasan teater bertajuk "Manga'i Binu" sukses diselenggarakan di Gedung Pagelaran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu 1 November 2025.

Penulis naskah, produser sekaligus sutradara, Tri Handayani Daeli mengatakan, teater yang diadaptasi dari cerita rakyat Nias baru kali ini ditampilkan. Sejauh ini, imbuh Tri, masyarakat Nias kerap menampilkan musik dan tari tradisi.

"Seni pertunjukan yang bersumber dari cerita rakyat Nias baru pertama kali ini ditampilkan. Budaya musik dan tari Nias kerap ditampilkan, teater yang masih belum pernah (dipentaskan), terang Tri Handayani Daeli kepada awak media, Senin, 3 November 2025.

Menurut Tri, pementasan ini merupakan lanjutan dari luaran mata kuliah Praktek Teater Tradisi Sumatera Utara di Program Studi Etnomusikologi FIB USU. Sebagai lanjutan luaran, imbuh Tri, ia mengajukan proposal Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahap I (satu) Tahun 2025 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI. Mahasiswi Etnomusikologi angkatan 2023 ini berharap, pengembangan seni teater berbasis cerita rakyat Nias dapat terus berkembang.



Budayawan Nias, Ama Robi Manao, saat hadir di acara mengatakan, tradisi manga'i binu (memenggal kepala-red) di masyarakat Nias pernah terjadi pada masa lalu. Namun, perkembangan zaman dan pengetahuan kini telah menghilangkan tradisi tersebut.

"Zaman dahulu, tradisi manga'i binu (memenggal kepala-red) itu memang ada. Namun, hari ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan, tradisi ini sudah tidak ada lagi," ungkap Ama Robi.



Konsultan Produksi, Ahmad Arief Tarigan mengungkapkan, pementasan ini merupakan cara anak muda menafsirkan masa lalu. Tugas anak muda, ujar Arief, menciptakan masa depan. Dosen Etnomusikologi FIB USU ini juga mengaku senang kampus bisa menjadi ruang eksperimentasi bagi mahasiswa di bidang produksi dan artistik.

"Tradisi manga'i binu adalah cerita masa lalu, silahkan anak muda membaca masa lalu. Namun, tugas anak muda menciptakan masa depan. Saya senang, kampus FIB USU bisa menjadi ruang eksperimen mahasiswa/i Etnomusikologi FIB USU belajar profesional di bidang produksi dan artistik teater," jelas Arief.

Pementasan teater Manga'i Binu ini dihadiri 100-an orang penonton terdiri dari mahasiswa, seniman, akademisi, dan pelaku budaya. Pementasan ini difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan didukung bantuan teknis Rumah Karya Indonesia. (***)

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co


Editor
: Budi W
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru