TPL Komitmen Merawat Koridor Satwa Dilindungi

Suwardi Sinaga - Jumat, 20 Januari 2023 10:39 WIB
TPL Komitmen Merawat Koridor Satwa Dilindungi
Istimewa
Direktur TPL Anwar Leiden didampingi Media Relation Coordinator Dedy Armaya foto bersama narasumber Workshop Peran Hutan Tanaman Industri (HTI) bagi Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi di Ruang Eukaliptus Uniland, Medan, Kamis, 19 Januari 2023.
indomedia.co -PT Toba Pulp Lestari (TPL) berkomitmen untuk tetap merawat koridor satwa dilindungi di kawasan konsesi mereka.

Komitmen ini menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan penghasil bubur kertas tersebut untuk menjaga keberlangsungan lingkungan di areal operasi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang mereka miliki.

"Kita ada program konservasi dan rehabilitasi yang dijalankan oleh departemen environment. Mereka sudah membuat plot-plot pada setiap sektor yang menjadi lokasi jelajah satwa, seperti harimau maupun satwa dilindungi lainnya. Juga dipasang kamera trap untuk mengetahui satwa apa yang melintas disana, setiap tiga bulan mereka inventarisasi," ujar Felix Guslin Putra, Sustainability IC Team Leader, di sela kegiatan Workshop Peran Hutan Tanaman Industri (HTI) bagi Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi di Ruang Eukaliptus Uniland, Medan, Kamis, 19 Januari 2023.

Felix menambahkan, pada seluruh areal konsesi mereka selalu dilakukan berbagai penilaian dalam menentukan program dan kebijakan berkaitan dengan keberlangsungan lingkungan. Penilaian tersebut dilakukan dalam dua kategori yakni kategori Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT).

Sebelumnya, Direktur TPL Anwar Lawden dalam sambutannya menyampaikan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjalankan operasional perusahaan dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Tidak hanya program konservasi namun mereka juga senantiasa berupaya mendukung peningkatkan ekonomi masyarakat dengan berbagai skema kerja sama termasuk perhutanan sosial masyarakat.

"Harapan pada workshop ini bisa memberi pengetahuan dan wawasan mengenai dukungan perusahaan dalam perkembangan ekonomi masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Simon Sidabukke mengatakan pengusahaan hutan menjadi hal yang penting dilakukan. Hal ini untuk menunjang pengembangan industri hasil hutan dalam negeri agar memiliki nilai tambah dan devisa.

"Juga meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas lingkungan hidup, memperluas lapangan kerja dan lapangan usaha. Namun, harus tetap berpedoman pada regulasi yang ada," ujarnya.

Pada workshop ini beberapa pembicara dihadirkan diantaranya Victor Pardosi dari Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup (PSKP), Ketua APHI Simon Sidabukke, dan Wakil Dekan II Fakultas Kehutanan USU Pindi Patana. (***)

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru