Bupati Saipullah Kunjungi Kebun Sawit Milik Suyono di Labuhanbatu, Bawa Sejumlah Pejabat Madina
MS Putra - Senin, 28 Juli 2025 15:21 WIB
Istimewa
Bupati Saipullah didampingi sejumlah Pejabat Pemkab Madina foto bersama Suyono.
indomedia.co -Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengunjungi kebun sawit milik Suyono, pengusaha sekaligus peneliti pupuk organik, di PT Basimbah Tani Syahdilata, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu-Minggu, 26–27 Juli 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Saipullah didampingi Ketua TP PKK Madina Ny Yupri Astuti Saipullah, Pj Sekda M Sahnan Pasaribu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Meinul Lubis, Plt Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Badan Pendapatan Daerah Ahmad Yasir Lubis, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Azhar Paras Muda Hasibuan, Sekretaris DPRD Afrizal, Kepala Dinas PMD Irsal Pariadi, dan Kepala Dinas PMPTSP Akhmad Faisal.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari langsung inovasi pertanian yang dilakukan Suyono, khususnya penggunaan pupuk organik yang diklaim mampu meningkatkan hasil panen hingga hampir tiga kali lipat. Rombongan bupati meninjau empat lokasi hamparan kebun sawit serta pusat produksi pupuk organik milik Suyono.
"Ini program yang saya inisiasi sebagai bentuk studi banding dan rencana pengembangan kebun sawit di Mandailing Natal," ujar Bupati Saipullah saat meninjau kebun terakhir, Minggu, 27 Juli 2025.
Menurutnya, teknologi yang diterapkan Suyono sangat ramah lingkungan dan hasilnya sudah terbukti secara nyata. Ia menyebut, bibit sawit yang dikembangkan Suyono bahkan sudah mulai berbuah pada usia satu tahun empat bulan, dengan kualitas buah yang bisa langsung dipasarkan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kunjungan ini juga bagian dari persiapan menyambut program nasional penanaman sawit seluas 2,5 juta hektare.
"Kita menyambut peluang ini. Nanti para camat akan kami kumpulkan untuk konsolidasi, agar kebun karet yang sudah tidak produktif bisa dialihkan menjadi kebun sawit," tambahnya.
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah pola tanam 5x6 meter yang diterapkan Suyono. Menurut Bupati, pola tersebut mampu meningkatkan jumlah tanaman per hektare dan pada akhirnya berdampak pada hasil panen yang lebih besar.
Ia juga optimistis bahan baku pupuk organik yang digunakan Suyono tersedia cukup banyak di wilayah Madina, sehingga bisa diadopsi secara luas oleh petani setempat.
"Jika ini berjalan, saya yakin akan ada peningkatan signifikan pada ekonomi petani sawit di Madina. Ini bisa berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2030," ucapnya.
Inovasi Pupuk Organik Suyono
Suyono menjelaskan, inovasi pupuk organik ini muncul karena keprihatinannya terhadap petani kecil yang kesulitan membeli pupuk kimia dengan harga tinggi. Ia mulai menciptakan pupuk ini sejak 2004 dan resmi mendapat izin edar pada 2008 setelah melalui proses pengujian dan perizinan selama empat tahun.
"Pola tanam 5x6 meter memungkinkan 330 batang sawit per hektare. Ini tentu membantu petani kecil yang lahannya terbatas," jelas Suyono.
Pupuk buatan Suyono kini sudah dipakai oleh petani dan perusahaan sawit di berbagai daerah, termasuk Riau, Kalimantan, Aceh, dan Nias.
Suyono mengaku bangga atas kunjungan Bupati Madina ke kebunnya. Ia berharap inovasi ini juga bisa diterapkan di Madina, yang menurutnya memiliki kondisi tanah lebih subur dibanding Labuhanbatu.
Tanggapan Pejabat Madina
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Madina, Ahmad Yasir Lubis, yang juga memiliki kebun sawit, menilai bahwa metode yang diterapkan Suyono cukup revolusioner.
"Saya melihat ada inovasi baru yang bisa menjadi solusi dari mahalnya biaya produksi petani sawit selama ini," ujar Yasir.
Menurutnya, pola tanam 5x6 memungkinkan peningkatan jumlah batang sawit per hektare dari 130–140 menjadi lebih dari 300 batang. Ia juga menyoroti efektivitas pupuk organik dalam mengatasi penyakit ganoderma, yang selama ini menjadi momok bagi petani sawit.
Sebagai informasi tambahan, pupuk organik buatan Suyono tidak hanya digunakan untuk tanaman sawit, tetapi juga cocok untuk tanaman lain seperti kakao, padi, dan cabai. ***
Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News
Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co
Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Santuni 100 Anak Yatim di Aek Galoga, Bupati Madina Sampaikan Pesan Ini
Pemkab Madina Serahkan SK Pengangkatan 3.990 PPPK Paruh Waktu
Pemkab Madina Undi Penempatan 712 Los Pasar Baru Panyabungan
Bupati Saipullah Paparkan Potensi Unggulan Madina di Hadapan Bupati Pasaman Barat
Pembukaan Jalan Sepanjang 2,3 Km Rampung, Jalan ke Banjar Malayu Sudah Bisa Dilalui
Sempat Terisolir Akibat Jalan Tertimbun Longsor, Bupati Madina Kunjungi Desa Batahan
Komentar