Jelang Idul Adha 2024, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Jamin Stok LPG Aman di Sumut

Budi W - Kamis, 13 Juni 2024 12:48 WIB
Jelang Idul Adha 2024, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Jamin Stok LPG Aman di Sumut
Dok Pertamina Patra Niaga Sumbagut
Penguatan stok LPG dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H.
indomedia.co -PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) akan melakukan penguatan stok LPG pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H.

Langkah itu dilakukan, untuk menjaga stok LPG dalam keadaan aman dan tersedia di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini diungkapkan Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Kamis, 13 Juni 2024.

"Kami menjamin distribusi dan stok LPG dalam kondisi aman di Sumut. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Idul Adha, Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan penguatan stok LPG 3 kg sebanyak 251.440 tabung di Sumut," ujar Satri.

Penguatan stok LPG yang dilakukan Pertamina Patra Niaga ini, lanjutnya, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan LPG 3 kg masyarakat pada masa Idul Adha yang juga bertepatan dengan akhir pekan (libur panjang).

Penguatan stok LPG di Sumut akan dilaksanakan selama masa Hari Raya Idul Adha dan libur panjang yang terdapat pada Bulan Juni 2024.

Satria juga mengimbau, agar masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina untuk bisa mendapat harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah setempat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan LPG 3 kg dengan tidak menimbun dan menjual kembali LPG 3 kg yang juga merupakan barang bersubsidi. "Kami mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan LPG 3 kg dengan tidak menimbun dan menjual kembali LPG 3 kg yang notabene barang bersubsidi," jelas Satria.

Perlu diketahui, terdapat beberapa usaha yang dilarang untuk menggunakan LPG bersubsidi seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022. Beberapa usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 kg antara lain hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las dan lain-lain.

Selain memastikan ketersediaan LPG 3 kg, kata Satria, pihaknya juga menjamin ketersediaan LPG non subsidi yaitu Bright Gas tersedia di lapangan baik di pangkalan maupun outlet yang tentunya mudah di akses masyarakat. (***)

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Editor
: Budi W
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru