Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Indonesia-AS Capai USD38,4 Miliar
Suwardi Sinaga - Jumat, 20 Februari 2026 20:56 WIB
Kemenko Perekonomian
US-Indonesia Business Summit 2026, di Washington DC, Rabu, 18 Februari 2026.
indomedia.co - Acara US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026), yang diselenggarakan oleh the US Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the US-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Rabu, 18 Februari 2026, mencerminkan dukungan kuat dunia usaha Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan, industri, dan investasi di Indonesia.
Pada acara ini, Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan sambutan pada acara roundtable, menyampaikan keynote pada acara Gala Iftar Dinner dan sekaligus menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.
"Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang," tegas Presiden Prabowo.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi, perlu forum bisnis yang mengundang perusahaan-perusahaan besar AS, KADIN, dan Asosiasi Usaha untuk terus mendorong kolaborasi antara dunia usaha kedua negara, baik di sektor perdagangan, industri, maupun investasi, khususnya yang akan meningkatkan daya saing Indonesia, terutama dalam pengembangan inovasi digital, kecerdasan artifisial, semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, transisi energi dan industri pengolahan, termasuk industri agro.
Menko Airlangga juga menegaskan bahwa dengan telah diselesaikannya Agreement on Reciprocal Trade (ART) semakin menguatkan komitmen kedua negara untuk semakin membuka akses pasar, dan menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan (baik hambatan tarif maupun non-tarif), sehingga akan meningkatkan kepastian usaha dan membuka peluang investasi yang lebih besar di Indonesia maupun di AS.
Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BGN Hentikan Sementara Operasional 50 SPPG di Jakarta
Satgas Damai Cartenz Tangkap Komandan KKB Yahukimo
Presiden Iran Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan, Namun Tetap Dorong Persatuan Kawasan
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Terduga Jaringan PIS di Mimika
Pengembangan Kasus Kekerasan di Yahukimo, Aparat Ungkap Keterlibatan Sejumlah Nama
Kontak Tembak di Nabire, Aparat Kuasai Markas DPO KKB dan Sita 561 Butir Amunisi
Komentar