Ketua Parlemen Iran Desak Penghentian Kejahatan Israel

Suwardi Sinaga - Minggu, 27 Juli 2025 23:33 WIB
Ketua Parlemen Iran Desak Penghentian Kejahatan Israel
Tasnim
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.

indomedia.co - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengecam keras aksi kekerasan Israel di Gaza dan menyerukan upaya internasional untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis demi mencegah bencana yang lebih luas di kawasan dan dunia.

Dalam pidato di sidang parlemen pada Minggu, 27 Juli 2025, Qalibaf menyebut Israel sebagai "tumor ganas" dan "anak haram dunia Barat". Ia menegaskan bahwa Israel saat ini tengah mencatat salah satu tragedi kemanusiaan terburuk dalam sejarah di Jalur Gaza.

"Kejahatan rezim Zionis harus dihentikan sebelum menimbulkan bencana lebih besar di kawasan dan di seluruh dunia," ujarnya dilansir dari Kantor Berita Tasnim.

Qalibaf juga menuduh Israel sebagai "kelompok kriminal" yang telah menunjukkan karakter aslinya melalui agresi terhadap Iran. Ia menyoroti bahwa serangan Israel tidak membedakan antara warga sipil dan militer, anak-anak dan lansia.

Dalam kesempatan itu, Qalibaf memuji persatuan rakyat Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel. Ia menyebut bangsa Iran telah memberikan "tamparan keras" terhadap rezim Zionis, yang menurutnya kini menggunakan perang ekonomi dan operasi psikologis sebagai bentuk balas dendam.

Seperti diketahui, Israel melancarkan serangan terhadap wilayah Iran pada 13 Juni lalu, menargetkan fasilitas militer, nuklir, dan permukiman sipil selama 12 hari berturut-turut. Amerika Serikat kemudian turut serta dalam konflik dengan menyerang tiga lokasi nuklir di Natanz, Fordow, dan Isfahan pada 22 Juni.

Sebagai respons, pasukan militer Iran segera melakukan serangan balasan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan 22 gelombang serangan rudal terhadap wilayah pendudukan Israel dalam operasi yang dinamakan True Promise III, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan besar di berbagai kota.

Selain itu, sebagai balasan atas serangan Amerika, militer Iran juga menyerang Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar, yang merupakan basis militer terbesar AS di kawasan Asia Barat.

Pertempuran berhenti setelah kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 24 Juni. ***

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co

Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru