Tetangga Indonesia Rusuh, 15 Tewas

Suwardi Sinaga - Kamis, 11 Januari 2024 19:40 WIB
Tetangga Indonesia Rusuh, 15 Tewas
VOA Indonesia Via Reuters
Penjarahan dan pembakaran selama protes atas pemotongan gaji polisi yang menurut pejabat disebabkan oleh kesalahan administratif, di Port Moresby, Papua Nugini, 10 Januari 2024.
indomedia.co - Kekerasan meletus di Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby, Rabu malam, 10 Januari 2024, setelah sekelompok tentara, polisi dan penjaga penjara melancarkan protes terhadap pemerintah. Dalam beberapa jam saja, kerusuhan itu juga terjadi di Kota Lae, sekitar 300 kilometer sebelah utara ibu kota.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape meminta maaf kepada negaranya, dengan mengatakan ledakan pelanggaran hukum itu tidak akan ditoleransi.

"Saya ingin berbicara hari ini, berbicara kepada rakyat dan berbicara kepada negara," katanya dalam konferensi pers, Kamis, 11 Januari 2024.

"Ini adalah negara Anda dan juga negara saya. Melanggar hukum tidak akan membuahkan hasil tertentu," imbuhnya.

Dilansir dari VOA Indonesia, Komisaris Polisi David Manning mengukuhkan sedikitnya 15 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

Rumah sakit terbesar di Port Moresby merawat 25 orang yang mengalami luka tembak, menurut angka-angka yang diberikan kepada kantor berita AFP, selain enam orang yang mengalami luka karena sayatan pisau.

Rekaman AFPTV menunjukkan para penjarah di ibu kota menyerbu masuk toko-toko dengan memecahkan kaca jendela, memasukkan barang-barang curian ke kardus-kardus, troli belanja dan ember-ember plastik.

Seorang lelaki terlihat memanggul lemari pendingin.

Bangunan-bangunan dan mobil-mobil dibakar, menimbulkan kepulan asap hitam tebal yang menyelimuti bagian kota yang paling parah dilanda kerusuhan, menurut rekaman AFPTV.

Kedutaan Besar AS di Port Moresby mengatakan tembakan dilepaskan di dekat kompleks kedutaan sewaktu polisi berusaha membubarkan kelompok-kelompok penjarah.

Massa yang lebih kecil berkumpul di luar kantor perdana menteri di Port Moresby, membobol gerbang keamanan dan membakar mobil polisi yang diparkir.

Beijing telah mengajukan keluhan kepada pemerintah Papua Nugini, setelah ada laporan bahwa para perusuh menargetkan bisnis milik orang-orang China.

Kementerian luar negeri China mengatakan dua warga negaranya luka ringan dalam kerusuhan itu.

"Kami mengingatkan warga negara China di Papua Nugini untuk memperhatikan perubahan situasi keamanan di lapangan," kata juru bicara kementerian itu, Mao Ning, pada Kamis. (***)

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Editor
: Suwardi Sinaga
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru