PKB Sumatera Utara: Dari Pasang Surut Menuju Konsolidasi, Menatap Kebangkitan Bersama Hariman Tua Dibata Siregar

Redaksi - Sabtu, 22 November 2025 16:08 WIB
PKB Sumatera Utara: Dari Pasang Surut Menuju Konsolidasi, Menatap Kebangkitan Bersama Hariman Tua Dibata Siregar
Istimewa
Imran Simanjuntak (kiri) dan Hariman Tua Dibata Siregar.
Oleh: Imran Simanjuntak, M.A.
Ketua DPC PKB Kota Pematangsiantar

Sejak berdiri pada 1998, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menjadi salah satu kekuatan politik berbasis Islam terbesar di Indonesia. Namun perjalanan PKB di Sumatera Utara menunjukkan dinamika pasang surut yang tajam. Pada Pemilu 1999, PKB memperoleh 5 kursi di DPRD Sumut, namun jumlah itu menurun drastis menjadi 2 kursi pada 2009. Baru pada 2024 PKB kembali bangkit dengan 6 kursi, menandakan adanya potensi kebangkitan baru. Fakta empiris ini menunjukkan bahwa PKB Sumut masih mencari figur sentral yang mampu menjadi magnet politik dan menyatukan basis dukungan lintas etnis serta komunitas.

Sebaliknya, Jawa Timur menjadi mercusuar PKB nasional. Dengan basis pesantren dan NU yang kuat, PKB konsisten berada di tiga besar partai politik, kursinya stabil dan terus meningkat dari 20 kursi (1999) hingga 27 kursi (2024). Keberhasilan ini lahir dari figur-figur karismatik lokal yang mampu menjaga konsolidasi dan memperluas basis massa. Perbandingan ini menegaskan bahwa figur sentral adalah kunci kebangkitan PKB di daerah.

Dalam konteks Sumatera Utara, dukungan kepada Hariman Tua Dibata Siregar menjadi langkah strategis. Hariman Adalah salah satu Wakil Ketua DPW PKB SUMUT. dikenal aktif turun ke masyarakat, membangun silaturahmi dengan komunitas Batak Muslim, pedagang pasar, dan mahasiswa. Ia hadir langsung di ruang publik, menyerap aspirasi rakyat tanpa sekat, dan memiliki rekam jejak kedekatan sosial yang jarang dimiliki politisi lain. Dengan karakter ini, Hariman berpotensi menjadi figur sentral yang selama ini kurang dimiliki PKB Sumut.

Mengukuhkan Manifesto Politik PKB Sumut

PKB Sumut harus meneguhkan manifesto politiknya: Politik Tauhid dan Amanah – menjadikan politik sebagai ibadah sosial, amanah dari Allah untuk menegakkan keadilan. Menyatukan keberagaman etnis dan agama dalam satu tekad kebangsaan. Menjadikan pendidikan sebagai jalan utama kebangkitan.. Memperjuangkan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Seerta menjadikan Sumut setara dengan Jawa Timur sebagai basis utama PKB.

Progres ke Depan Jika Hariman Memimpin PKB Sumut

Jika Hariman Tua Dibata Siregar memimpin PKB Sumut, beberapa progres strategis dapat diproyeksikan:
- Konsolidasi Kader dan DPC: Hariman akan menjadi figur pemersatu, memperkuat jaringan antar-DPC, dan membangun struktur organisasi yang solid.
- Ekspansi Basis Massa: Dengan kedekatan sosialnya, Hariman mampu memperluas basis dukungan PKB ke komunitas Batak Muslim, pedagang pasar, mahasiswa, dan kelompok urban.
- Peningkatan Elektoral: Target realistis adalah peningkatan kursi DPRD Sumut dari 6 kursi (2024) menuju 10–12 kursi pada Pemilu 2029, menjadikan PKB sebagai salah satu pilar kekuatan politik utama di provinsi.
- Mengejar Kesetaraan dengan Jawa Timur: Dengan strategi konsolidasi dan figur sentral, PKB Sumut berpeluang menjadi basis kuat di luar Jawa, berdiri sejajar dengan Jawa Timur sebagai pilar kebangsaan.
- Peran Nasional: Hariman dapat menjadi jembatan aspirasi Sumut ke panggung nasional, memperkuat posisi PKB dalam menentukan arah kebijakan negara.

Kesimpulan

Perjalanan PKB di Sumatera Utara adalah cermin dari tantangan konsolidasi politik di luar Jawa. Pasang surut yang terjadi selama dua dekade terakhir menunjukkan perlunya figur lokal yang kuat. Jawa Timur telah membuktikan bahwa figur sentral dan basis sosial yang kokoh adalah kunci kebangkitan PKB.

Dengan dukungan kepada Hariman Tua Dibata Siregar, pada Konfrensi Wilayah PKB Sumut pada 28 November nanti, PKB Sumut menegaskan tekadnya: membangun politik berbasis rakyat, memperkuat konsolidasi, dan menyiapkan Sumatera Utara untuk berdiri sejajar dengan Jawa Timur sebagai basis utama PKB di Indonesia. Hariman bukan sekadar kandidat, ia adalah simbol kebangkitan, figur yang mampu menjembatani aspirasi rakyat Sumut ke panggung nasional, dan pemimpin yang akan membawa PKB Sumut keluar dari siklus pasang surut menuju konsolidasi dan kejayaan. ***

Baca berita dan artikel Indomedia.co lainnya di Google News

Ikuti berita dan artikel lainnya di Saluran WhatsApp Indomedia.co

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru