![]() |
| Koordinator Nasional JAM PMII, Hasan Basyri Simanjuntak. (Istimewa) |
Indomedia.co - Koordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAM PMII), Hasan Basyri Simanjuntak, menegaskan bahwa berbagai seruan dan narasi yang mengarah pada upaya menurunkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak akan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa. Sebaliknya, langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan ketidakstabilan politik, ekonomi, dan sosial yang dapat merugikan rakyat Indonesia secara luas.
Menurut Hasan, pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan pemerintahan yang lahir dari proses demokrasi yang sah dan memperoleh mandat langsung dari rakyat. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan kesempatan kepada pemerintahan untuk bekerja, menjalankan program-program strategis, serta mewujudkan janji-janji pembangunan yang telah disampaikan kepada masyarakat.
"Kami menghormati kebebasan berpendapat yang dimiliki setiap warga negara, termasuk mahasiswa. Namun kami menilai bahwa gerakan yang mengarah pada tuntutan menurunkan presiden dan wakil presiden bukanlah solusi yang konstruktif. Bangsa ini membutuhkan stabilitas dan persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Akan tetapi, kritik harus diarahkan untuk memperbaiki kebijakan, bukan menciptakan instabilitas politik yang dapat menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan nasional.
"Jika ada kebijakan yang dianggap kurang tepat, mari kita kritisi dan berikan solusi. Jika ada kekurangan, mari kita dorong untuk diperbaiki. Tetapi jangan sampai muncul gerakan yang justru berpotensi mengganggu konsolidasi nasional dan menghambat agenda pembangunan yang sedang berjalan," katanya.
Hasan menilai bahwa mengganti kepemimpinan nasional di tengah perjalanan pemerintahan akan menimbulkan konsekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang diharapkan. Berbagai program prioritas yang sedang berjalan berpotensi terganggu, kepercayaan dunia internasional dapat menurun, dan kondisi ekonomi nasional bisa menghadapi ketidakpastian yang merugikan masyarakat.
"Kita harus berpikir jauh ke depan. Jangan sampai karena perbedaan pandangan politik, kita justru menciptakan persoalan yang lebih besar bagi negara. Risiko yang harus ditanggung bangsa akibat instabilitas politik bisa jauh lebih berat dibandingkan persoalan yang sedang dihadapi saat ini," tegasnya.
Hasan juga mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap menjaga tradisi intelektual dalam menyampaikan kritik. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah, namun kritik harus tetap berada dalam koridor etika, fakta, dan argumentasi yang sehat.
"Kritik boleh, demonstrasi juga merupakan hak konstitusional. Namun jangan sampai kritik berubah menjadi penghinaan, fitnah, atau upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah. Demokrasi membutuhkan pengawasan, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab," ujarnya.
Lebih lanjut, JAM PMII menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang berupaya menjalankan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia.
"Oleh karena itu, JAM PMII tetap memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menuntaskan agenda-agenda pembangunan nasional. Dukungan ini diberikan demi kepentingan rakyat, demi menjaga stabilitas negara, dan demi memastikan Indonesia mampu menjadi bangsa yang semakin maju dan berdaya saing," kata Hasan.
Di akhir pernyataannya, Hasan mengajak seluruh komponen bangsa untuk meninggalkan politik yang memecah belah serta lebih mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.
"Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun kepentingan bangsa harus berada di atas segala-galanya. JAM PMII mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal, mengkritisi secara konstruktif, sekaligus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran agar mampu mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, kuat, dan sejahtera. Hari ini yang dibutuhkan bangsa bukan gerakan menurunkan pemimpin, melainkan gerakan memperkuat persatuan dan memastikan pemerintahan bekerja maksimal untuk rakyat," pungkas Hasan. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
