![]() |
| Kylian Mbappe berhasil meraih penghargaan Sepatu Emas adidas pada Piala Dunia FIFA 2026. (FIFA) |
Indomedia.co - Kylian Mbappe berhasil meraih penghargaan Sepatu Emas adidas pada Piala Dunia FIFA 2026, sekaligus mempertahankan gelar pencetak gol terbanyak turnamen yang sebelumnya juga ia menangkan di Qatar 2022.
Dilansir dari laman resmi FIFA, penyerang Prancis itu menambah koleksi golnya menjadi 10 setelah mencetak dua gol dalam kekalahan Les Bleus 6-4 dari Inggris pada pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung sengit dan penuh jual beli serangan di Miami, Sabtu.
Mbappe, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, tampil luar biasa sepanjang Juni dan Juli dengan membawa Prancis melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Spanyol dengan skor 2-0.
Pemain berusia 27 tahun itu, yang sebelumnya mencetak empat gol saat negaranya menjuarai Piala Dunia Rusia 2018 dan menambahkan delapan gol ketika Prancis mencapai final empat tahun kemudian, kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak masing-masing dua gol pada fase grup melawan Senegal dan Irak, serta dua gol lainnya saat Prancis menyingkirkan Swedia pada babak 32 besar.
Baca: Cubarsi Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA
Mbappe, yang juga meraih penghargaan Bola Perunggu adidas berkat penampilannya sepanjang turnamen, kemudian mencetak penalti penentu kemenangan atas Paraguay serta membuka keunggulan saat Prancis mengalahkan Maroko 2-0 pada babak perempat final. Ia gagal mencetak gol saat menghadapi La Roja di semifinal sebelum kembali mencetak dua gol dalam kekalahan dari Inggris pada laga perebutan tempat ketiga.
Total 10 gol tersebut memastikan Mbappe keluar sebagai peraih Sepatu Emas adidas, mengungguli Lionel Messi, yang sepanjang turnamen beberapa kali saling bergantian memimpin daftar pencetak gol terbanyak bersamanya. Legenda Argentina itu menutup turnamen dengan koleksi delapan gol.
Meski mengaku bangga kembali meraih gelar pencetak gol terbanyak, penyerang Real Madrid tersebut menegaskan bahwa ia lebih menginginkan kesempatan untuk memperebutkan gelar juara dunia di partai final.
"Ketika Anda mencetak begitu banyak gol di Piala Dunia, tentu pencapaian itu membawa Anda ke level yang berbeda. Namun, saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak asalkan bisa bermain di final. Penghargaan ini tentu akan menjadi bagian penting dari warisan karier saya ketika nanti pensiun, tetapi saat ini bukan itu yang ada dalam pikiran saya," ujarnya setelah pertandingan perebutan tempat ketiga.
Pelatih Prancis yang akan meninggalkan jabatannya, Didier Deschamps, yang mendampingi Mbappe dalam tiga edisi Piala Dunia, turut memberikan pujian kepada sang kapten.
"Ia adalah pemain yang luar biasa. Ia juga kapten yang hebat. Seperti sebagian besar pemain di sini yang hanya pernah bermain di bawah arahan saya, ia merupakan salah satu sosok terpenting di tim.
"Ia memulai perjalanan ini sejak usia 18 tahun. Melihat perjalanan yang telah dilaluinya, meskipun tentu ia kecewa karena tidak bisa bermain di final, berdasarkan apa yang saya lihat baik di dalam maupun di luar lapangan, saya sama sekali tidak menyesal memilihnya sebagai kapten. Sepanjang Piala Dunia ini, ia telah menunjukkan teladan sebagai seorang kapten," katanya. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
