Penyaluran distribusi logistik dengan menggunakan kapal patroli polisi dari Maumere menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu, 16 Agustus 2026. (BNPB)
Penyaluran distribusi logistik dengan menggunakan kapal patroli polisi dari Maumere menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu, 16 Agustus 2026. (BNPB)

Indomedia.co – Pendataan korban maupun kerusakan pasca gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari 50 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Minggu, 16 Agustus 2026.

Dijelaskan, berdasarkan data sementara pada Minggu, 15 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang. Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.

"Data sementara sore tadi, total rumah rusak berat sebanyak 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain," jelasnya.

Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu (16/8) sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

"Gempa susulan tercata berjumlah 995 kali dengan  gemla yang dalat dirasakan masyarakat sebanyak 46 kali," imbuhnya.

Merespons gempa di NTT, Kepala BNPB, Suharyanto, bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat. Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat mengungsi juga diupayakan pemerintah.

Sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan yang telah tiba di antaranya bantuan logistik dari pemerintah pusat yang telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu, 16 Agustus 2026. Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

Tag Terpopuler