
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat berpidato dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. (Istimewa)
Indomedia.co - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong agenda “Ekonomi Naik Kelas” sebagai orientasi perjuangan ekonomi Partai Demokrat dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi AHY, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya ditunjukkan oleh tingginya angka pertumbuhan atau besarnya investasi, tetapi harus tercermin langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan AHY saat berpidato dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
AHY menekankan pentingnya penciptaan lapangan pekerjaan berkualitas, penguatan daya beli dan ekonomi keluarga, serta perluasan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Investasi, hilirisasi, ekonomi kreatif, ekonomi digital, dan industri masa depan harus didorong, tetapi manfaat akhirnya harus diukur dari pekerjaan yang tercipta dan keluarga yang kehidupannya menjadi lebih baik.
“Sebab pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Pekerjaan memberikan kemandirian, harga diri, dan harapan,” ujar AHY.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa penciptaan lapangan kerja bukan semata persoalan statistik ekonomi, tetapi menyangkut martabat dan masa depan keluarga Indonesia.
AHY kemudian menawarkan ukuran pembangunan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. “Itulah Ekonomi Naik Kelas: ekonomi yang tidak hanya membuat angka naik, tetapi juga membuat kehidupan rakyat ikut naik,” tegasnya.
Dalam kerangka itu, AHY ingin petani dan nelayan memperoleh pendapatan lebih baik, buruh semakin sejahtera, guru dan tenaga kesehatan semakin dihargai, UMKM berkembang, serta perempuan dan pekerja ekonomi digital mendapatkan peluang lebih besar. Bantuan pemerintah pun harus menjadi jembatan menuju kemandirian, bukan tujuan akhir. Pesan utamanya sederhana tetapi kuat: pertumbuhan ekonomi baru bermakna ketika semakin banyak rakyat Indonesia ikut tumbuh dan naik kelas bersama kemajuan negaranya. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga