Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat berpidato dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. (Istimewa)

Indomedia.co
- Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan dukungan dan komitmennya untuk mengawal Program Sekolah Rakyat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

AHY menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen terpenting untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk naik kelas dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan AHY saat berpidato dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut AHY, keadilan tidak harus berarti setiap orang memperoleh hasil yang sama. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk maju. Karena itu, kondisi ekonomi keluarga maupun tempat seseorang dilahirkan tidak semestinya menjadi penghalang bagi masa depannya.

“Kita tidak memilih di mana kita dilahirkan, atau siapa orang tua kita. Tetapi masa depan seseorang tidak boleh ditentukan oleh keadaan ketika ia dilahirkan,” kata AHY.

Menurutnya, anak yang lahir di Aceh maupun Papua harus memiliki peluang yang sama untuk maju seperti anak yang tumbuh di Jakarta.

Atas dasar itu, Demokrat mendukung kebijakan pemerintah yang memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan.

“Karena itu, kita dukung dan kawal Program Sekolah Rakyat, serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren, agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan,” ujar AHY.

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat sekaligus mempertegas orientasi politik Demokrat pada mobilitas sosial. Pendidikan harus menjadi tangga yang memungkinkan anak-anak dari keluarga kurang mampu meningkatkan kualitas hidupnya.

Bagi AHY, negara harus memastikan bahwa siapa pun orang tuanya dan di mana pun seorang anak dilahirkan, pintu untuk maju tidak boleh tertutup. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

Tag Terpopuler