Wajah Jadi Kunci Boarding Kereta, 295.934 Pelanggan Manfaatkan Face Recognition di Stasiun Medan

Pelanggan memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan. (Humas KAI Divre I Sumut)
Pelanggan memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan. (Humas KAI Divre I Sumut)

Indomedia.co - Sebanyak 295.934 pelanggan memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan sejak dioperasikan pada September 2024 hingga Agustus 2026, menjadikan pemindaian wajah sebagai "kunci" untuk proses boarding kereta api yang lebih praktis, cepat, dan efisien.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Face Recognition Boarding Gate merupakan wujud komitmen KAI untuk mendukung transportasi yang lebih berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan kertas tiket, sehingga turut mencegah penebangan pohon sebagai bahan baku kertas.

Saat ini, fasilitas Face Recognition Boarding Pass di wilayah Sumut baru tersedia di Stasiun Medan. Sejak pertama kali dioperasikan pada September 2024 hingga kini, tercatat sebanyak 75.697 masyarakat Sumut telah terdaftar sebagai pengguna layanan pemindaian wajah tersebut.

"Sejak September 2024 hingga Agustus 2026, Face Recognition Boarding Gate telah digunakan oleh 295.934 pelanggan. Jumlah tersebut berhasil mengurangi penggunaan kertas tiket hingga mencapai 740 roll, serta menghemat biaya pembelian kertas tiket sebesar Rp10.875.575," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.

Dengan fasilitas ini, pelanggan cukup memindai wajah pada alat pemindai yang tersedia di stasiun tanpa perlu mencetak tiket fisik maupun menunjukkan kartu identitas diri, sehingga proses pemeriksaan dokumen (boarding) menjadi lebih cepat dan efisien.

Meski demikian, KAI Divre I Sumut tetap memperhatikan aspek inklusivitas pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Sebagai wujud inklusivitas, KAI Divre I Sumut juga tetap menyediakan jalur boarding manual beserta petugas bagi pelanggan yang belum nyaman mendaftarkan wajahnya untuk menggunakan Face Recognition," ujar Anwar.

Terkait keamanan data pribadi, pelanggan yang telah terdaftar tidak perlu khawatir karena KAI telah menerapkan Information Security Management System (ISMS) berstandar internasional ISO 27001. Perlindungan data wajah dilakukan tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga tata kelola yang ketat, pembatasan akses, pengujian keamanan berkala, serta mekanisme respons cepat apabila terjadi insiden keamanan siber.

Data registrasi Face Recognition disimpan selama satu tahun dan akan dihapus secara otomatis setelah masa penyimpanan berakhir atau jika pelanggan tidak lagi menggunakan fitur tersebut. Pelanggan juga dapat mengajukan permohonan penghapusan data lebih awal melalui aplikasi Access by KAI maupun layanan customer service di stasiun.

Meski fasilitas ini baru tersedia di Stasiun Medan untuk wilayah Sumut, data wajah pelanggan yang telah terdaftar dapat digunakan di seluruh stasiun kereta api di Indonesia yang dikelola KAI dan telah dilengkapi fasilitas Face Recognition.

“Layanan Face Recognition Boarding Gate ini kami hadirkan sebagai bentuk nyata komitmen KAI dalam memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi pelanggan saat melakukan perjalanan, dengan tetap menjamin perlindungan dan keamanan data pribadi seluruh penggunanya secara maksimal,” pungkas Anwar. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

أحدث أقدم

Tag Terpopuler