Kabut Asap Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Gunakan Masker

Situasi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. (BNPB)
Situasi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. (BNPB)

Indomedia.co - Di tengah upaya penanganan intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, kabut asap masih dirasakan warga. Situasi ini menyelimuti Kota Palembang pada Kamis sore, 8 Oktober 2026. Sehari sebelumnya ratusan titik panas atau hot spot terpantau di wilayah tersebut.

"Pada hari ini, Kamis, 8 Oktober 2026, asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tampak menyelimuti Kota Palembang sejak pagi hingga sore. Kondisi asap pekat membuat masyarakat tidak nyaman dalam beraktivitas. Tampak masyarakat kota menggunakan masker ketika berlalu lintas. Namun, ada juga warga yang tidak menggunakannya saat beraktivitas di luar ruang. Kualitas udara perlu diwaspadai karena sejumlah wilayah terpantau dalam kategori berbahaya," jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Kamis, 8 Oktober 2026.

Dijelaskan, selain berdampak pada aktivitas warga, kabut asap membuat jadwal penerbangan menuju bandara Palembang tertunda karena jarak pandang yang minim. Bahkan jarak pandang hari ini, Kamis, 8 Oktober 2026,  tercatat sempat mengalami penurunan hingga 400 meter. Sejumlah penerbangan di  Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami penundaan demi alasan keamanan dan keselamatan. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, tiga penerbangan sipil terganggu jadwal keberangkatan dan kedatangannya.

"Berdasarkan data Rabu, 7 Oktober 2026, BNPB mencatat sebanyak 354 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sedangkan titik api atau fire spot, sebanyak 92 titik yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare," paparnya.

Penanganan Intensif

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, penanganan karhutla terus diupayakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara. Prioritas penanganan terfokus pada beberapa wilayah. Berdasarkan patroli dari Satgas Udara, wilayah terpantau yaitu Ogan Komering Ilir dengan 7 titik api yang membakar luas lahan 56 hektare.

"Prioritas lain, yaitu di Musi Banyuasin 1 titik api membakar luasan lahan 10 hektare. Di Muara Enim, terdapat 1 titik api yang membakar lahan 15 hektare dan Ogan Komering Ulu dengan 1 titik api dan luas lahan terbakar 1 hektare. 

Data per 7 Oktober 2026, lahan seluas 319,41 hektare berhasil dipadamkan Satgas Darat dan Udara. Pemadaman Satgas Darat mencapai luas 298,41 hektare dan Satgas Udara 21 hektare. Sedangkan sisa lahan terbakar, sekitar 71,20 hektare diupayakan pemadaman pada hari ini," ujarnya.

Operasi modifikasi cuaca belum dilakukan karena tidak ada kondisi potensi pertumbuhan awan hujan. 

Sementara itu, dalam kurun waktu 24 jam, titik panas terpantau satelit NOAA20 dengan tingkat kepercayaan tinggi sebanyak 49 titik. Jumlah hot spot terbanyak ada di Ogan Komering Ilir dengan 45 titik, sedangkan di Muara Enim 4 titik. Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan pada kategori sangat mudah terbakar.

"Menyikapi kondisi asap yang masih menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, BNPB mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas luar rumah. Di samping itu, warga juga diharapkan untuk selalu berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang kurang," pungkasnya. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

Post a Comment

Komentar pembaca bukan bagian dari tanggung jawab redaksi.

أحدث أقدم