Kegiatan kuliah tamu yang disampaikan oleh Dr Rahmatunnisah Sailin dari Universiti Islam Selangor, Malaysia di Aula FISIP UMSU, Medan, Kamis siang, 4 Juni 2026. (Istimewa)


Indomedia.co - Perubahan gaya komunikasi generasi muda di era digital menjadi pembahasan utama dalam kegiatan kuliah tamu (visiting lecturer) yang disampaikan oleh Dr Rahmatunnisah Sailin dari Universiti Islam Selangor, Malaysia di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU), Medan, Kamis siang, 4 Juni 2026.

Kuliah tamu yang dihadiri ratusan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi ini juga turut diikuti Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU Dr Faizal Hamzah Lubis SSos MIKom dan beberapa dosen di antaranya Dr Sigit Hardiyanto dan Riswanda Imawan MHI.

Sekretaris Prodi IKO FISIP UMSU Dr Faizal Hamzah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran dosen dari Malaysia tersebut menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas negara yang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan internasional.

“Perkuliahan umum hari ini bukan sekadar ruang berbagi ilmu, tetapi juga simbol persahabatan dan pertukaran wawasan antara Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa harus bisa melihat dunia lebih luas, karena tantangan komunikasi hari ini sudah bersifat global,” ujarnya.

Ia juga sempat menyinggung kondisi ekonomi yang tengah menjadi perhatian masyarakat, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan komunikasi dan daya saing yang kuat di tengah perubahan global.

“Hari ini kita melihat bagaimana isu ekonomi, termasuk nilai rupiah yang menyentuh angka Rp18 ribu per dolar, bisa langsung berdampak ke berbagai sektor. Karena itu mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya aktif di media sosial, tetapi juga harus punya wawasan internasional dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia,” lanjutnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr Rahmatunnisah Sailin menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi remaja masa kini, terutama dalam komunikasi interpersonal.

“Kalau dulu seseorang harus menulis panjang untuk menjelaskan perasaan atau maksudnya, sekarang cukup kirim stiker, emoji, atau meme dan pesan itu sudah bisa dipahami. Cara remaja berkomunikasi berubah sangat cepat seiring perkembangan teknologi digital,” jelas Rahmatunnisah Sailin.

Ia menambahkan bahwa perkembangan digital saat ini membuat masyarakat tidak lagi memiliki keterbatasan akses informasi seperti di masa lalu.

“Dulu kita seperti katak dalam tempurung, akses informasi sangat terbatas. Tapi sekarang, hanya lewat satu perangkat kecil di tangan, kita bisa melihat berbagai informasi dari dalam maupun luar negeri secara langsung. Karena itu generasi muda harus bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ungkapnya.

Selain membahas perubahan tren komunikasi remaja, Dr Rahmatunnisah juga menekankan pentingnya etika komunikasi di era digital, terutama dalam penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan terkait fenomena komunikasi digital, budaya media sosial, hingga tantangan komunikasi generasi muda di era modern. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga