![]() |
| Terminal peti kemas. (Humas KAI Divre I) |
Indomedia.co - Volume angkutan peti kemas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencapai 21.567 twenty-foot equivalent units (TEUs) dengan total berat 231.431 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian ini tumbuh sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 185.251 ton.
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan mitra angkutan dalam mengandalkan rel kereta api untuk rantai pasok logistik.
“Pertumbuhan angkutan peti kemas ini menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan para pengusaha dan mitra angkutan untuk menggunakan kereta api dalam memobilisasi hasil produksi maupun kebutuhan logistik usahanya,” ujar Anwar dalam keterangan resmi, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Anwar, layanan kereta api tidak hanya mengangkut barang dari kawasan industri menuju pelabuhan, tetapi juga melayani arus sebaliknya dari pelabuhan menuju kawasan industri, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
“Angkutan peti kemas dengan kereta api tidak hanya bergerak dari kawasan industri menuju Pelabuhan Belawan maupun Kuala Tanjung, tetapi juga sebaliknya, dari pelabuhan menuju kawasan industri seperti KEK Sei Mangkei. Ini menunjukkan bahwa kereta api dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok logistik di Sumatera Utara,” katanya.
Tren positif ini mencatatkan volume angkutan tertinggi pada Juli 2026, yakni sebanyak 3.479 TEUs atau mencapai 27.838 ton. Secara rata-rata, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut sekitar 2.696 TEUs peti kemas setiap bulannya.
Anwar menilai capaian tersebut masih membuka ruang pertumbuhan yang cukup besar mengingat potensi pasar angkutan peti kemas di Sumatera Utara yang berada pada skala puluhan ribu TEUs per bulan, sebagaimana terdata dari pengelola dry port di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung.
Ia menjelaskan, penggunaan kereta api menawarkan sejumlah keunggulan utama, antara lain kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, kepastian waktu perjalanan, efisiensi distribusi, serta emisi karbon yang lebih rendah.
“Kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dengan kapasitas besar dalam satu perjalanan. Selain itu, waktu perjalanan relatif lebih dapat diprediksi dan penggunaan moda kereta api juga berpotensi menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan tertentu lainnya,” tutur Anwar.
Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen terus membuka kolaborasi dengan para mitra angkutan, pelaku industri, pengelola kawasan, serta pemangku kepentingan guna memperluas integrasi jalur rel dalam rantai pasok regional.
“KAI siap berkolaborasi dengan para mitra angkutan untuk mempermudah mobilisasi peti kemas dari kawasan industri menuju pelabuhan maupun sebaliknya. Kami ingin kereta api semakin terintegrasi dalam rantai pasok logistik, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara,” pungkas Anwar. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
