![]() |
| Tunggul CE Butar Butar SSi. (Istimewa) |
Oleh: Tunggul CE Butar Butar SSi
Pasca-Reformasi 98, pada Pemilu 1999 hanya ada dua partai yang berhasil meraih suara di atas 25 persen, yakni PDI Perjuangan dengan perolehan 33,74 persen dan Partai Golkar dengan perolehan 25,97 persen.
PDI Perjuangan mendapat keuntungan dari situasi politik saat itu. Dimana PDI Perjuangan dianggap sebagai partai yang dizalimi oleh Orde Baru sehingga banyak masyarakat yang dikenal dengan sebutan wong cilik bersimpati pada Partai ini.
Namun Pasca-Pemilu 1999 perolehan suara PDI Perjuangan mengalami fluktuasi. Dan ini terjadi hampir setiap tahun. Fluktuasi ini sulit menempatkan PDI Perjuangan ke posisi seperti Pemilu 1999.
Sementara itu Partai Golkar yang diterpa oleh gejolak 98 dan dikaitkan sebagai bagian Orde Baru, meskipun turun namun pada Pemilu 1999 masih mampu memperoleh suara diatas 25 persen serta berada di urutan kedua.
Partai Gerindra berdiri pada 6 Februari 2008. Partai yang didirikan oleh Prabowo Subianto ini memang tidak ikut Pemilu 1999 dan Pemilu 2004. Namun pada Pemilu 2009 Partai Gerindra sudah menjadi kontestan dan berhasil mendapatkan satu fraksi di DPR RI.
Hal ini tidak terlepas dari peran kader partai serta prinsip partai gerakan.
Kerja kader Partai Gerindra berhasil mencatatkan perolehan kursi sebanyak 26 kursi pada Pemilu 2009.
Perolehan suara Partai Gerindra pada pemilu pertama sejak didirikan, meskipun masih kecil namun dari periode ke periode pemilu mengalami peningkatan. Walaupun tidak signifikan namun perolehan yang meningkat ini membukukan Partai Gerindra sebagai partai pemenang ketiga di Pemilu 2024.
Posisi ketiga dan peningkatan perolehan ini harus dapat menjadi acuan menuju Pemilu berikutnya di Tahun 2029.
Pada Pemilu 2029, banyak kader berharap agar Partai Gerindra dapat memperoleh kursi DPR RI lebih dari 25 persen. Oleh karenanya sudah menjadi tugas kader Partai Gerindra untuk mewujudkannya.
Setiap kader harus berpikir, dan berbuat untuk mewujudkan cita cita ini. Dan cara satu-satunya adalah mendapatkan simpati dari rakyat. Berpikir dan berbuat untuk mendapatkan simpati rakyat.
Sebagai partai politik, dalam menjalankan arah politik dan perjuangannya, Partai Gerindra yang berasaskan Pancasila mewujudkannya melalui beberapa karakteristik identitas dan ideologi partai, yang antara lain adalah :
1. Nasionalisme: Menjunjung tinggi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan wawasan kebangsaan.
2. Populisme (Kerakyatan): Berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan kedaulatan rakyat atas sumber daya nasional.
3. Religiusitas: Memadukan nilai nasionalis dengan keagamaan (nasionalis-religius) demi menjaga keharmonisan masyarakat uang berketuhanan.
4. Keadilan Sosial: Berkomitmen menciptakan tatanan masyarakat yang adil, makmur, serta setara di mata hukum.
Asas Pancasila dan khrakteristik Partai Gerindra sebenarnya memposisikan Partai Gerindra di posisi yang baik dalam meraih dukungan masyarakat. Partai Gerindra bukanlah partai kiri (komunis, sosialis) atau partai kanan (agama, konservatif). Partai Gerindra adalah partai tengah (nasionalis).
Mayoritas rakyat Indonesia adalah nasionalis. Oleh karenanya Partai Gerindra sangat tepat untuk dijadikan pilihan dalam Pemilihan Umum 2029 bagi para nasionalis.
Untuk mewujudkan cita cita ini, Partai Gerindra harus menggerakkan organisasi sayap partai, dimana sayap partai ini bertujuan untuk mempermudah sampainya program partai ke masyarakat. Sehingga masyarakat mengerti bahwa Partai Gerindra adalah partai pilihan bagi para nasionalis yang religius.
Sayap Partai Gerindra
Sayap Utama dan Kemasyarakatan
1. PPIR: Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya
2. Papera: Pedagang Pejuang Indonesia Raya
3. Jari Raya: Jaringan Rakyat Indonesia Raya
4. Tidar: Tunas Indonesia Raya (sayap kepemudaan)
5. Pira: Perempuan Indonesia Raya (sayap perempuan)
6. Satria: Satuan Relawan Indonesia Raya
Sayap Keagamaan dan Kerukunan
1. Gemira: Gerakan Muslim Indonesia Raya
2. Gekira: Gerakan Kristiani Indonesia Raya (mewakili Protestan dan Katolik)
3. Gema Sadhana: Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (mewakili umat Hindu dan Buddha)
Sayap Profesi dan Sektoral
1. Segara: Sentral Gerakan Buruh Indonesia Raya
2. Petir: Persatuan Tionghoa Indonesia Raya
3. Kesira: Kesehatan Indonesia Raya
4. BGM: Barisan Garuda Muda
5. GMI: Garuda Muda Indonesia
Merupakan "tulang punggung" demi besarnya dan bermanfaatnya Partai Gerindra di tengah-tengah masyarakat.
Banyaknya organisasi sayap Partai Gerindra ini yang hampir mewakili seluruh elemen masyarakat, meskipun masih ada beberapa elemen yang belum menjadi sayap partai seperti, mahasiswa, nelayan dan petani merupakan potensi untuk mewujudkan cita-cita Partai.
Oleh karenanya kekuatan organisasi sayap partai ini perlu ditingkatkan sehingga dapat melakukan tugas tugas kemasyarakatan yang belum terjangkau oleh Partai.
Sayap ini bukan hanya sekadar didirikan dan juga sekedar untuk seremonial. Sayap partai adalah perwakilan Partai untuk terjun ke masyarakat.
Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun sebagai partai yang mengusung istilah gerakan dalam nama partai, tentunya Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) harus bergerak setiap saat. Bukan menunggu Pemilu 2029 baru bergerak.
Program kerakyatan yang saat ini dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Harusnya program-program ini dapat meningkatkan elektabilitas Partai Gerindra dan juga Prabowo.
Namun daya serang terhadap program program ini sangat masif sehingga seakan program ini gagal dan tidak bermanfaat.
Bahkan salah satu ketua partai koalisi yang juga bagian dari Menteri Kabinet berani mengakui bahwa MBG gagal.
Tentunya kader Partai Gerindra harus menyikapi hal ini dengan membuktikan bahwa program-program ini tidak gagal, sehingga opini yang mengatakan program program ini gagal dapat ditepis.
Akhirnya, Pemilu 2029 memang masih lama namun kader Partai Gerindra jangan lengah.
Survei Pooltracking yang baru keluar menempatkan Partai Gerindra pada posisi 23 persen dan berada di urutan pertama. Hendaknya hasil survei ini dapat menjadi motivasi bagi kader untuk menambah elektabilitas partai. Untuk itu perlu sebuah gerakan massif agar 25 persen seperti yang pernah dialami oleh PDI Perjuangan dan Golkar dapat diraih oleh Partai Gerindra.
Gerindra 25 persen (G.25.P) bukanlah sebuah keniscayaan. Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mampu untuk mewujudkannya. ***
Penulis adalah mantan Aktivis 98 dan kader Hambalang angkatan pertama
