![]() |
| Kepala Kejaksaan Negeri Medan Ridwan Sujana Angsar SH MH. (Istimewa) |
Indomedia.co - Perjalanan hidup dan karier Ridwan Sujana Angsar menjadi kisah inspiratif tentang kerja keras, disiplin, dan dedikasi dalam mengabdi kepada negara.
Lahir dari keluarga sederhana sebagai anak seorang pensiunan kopral polisi, Ridwan kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, salah satu posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Meski baru bertugas sebagai Kajari Medan, Ridwan sudah langsung unjuk prestasi dengan menyelamatkan aset PT KAI di Medan senilai Rp55,8 miliar.
Ridwan lahir di Oepura, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 30 September 1976. Ia merupakan putra dari Karsono Angsar, seorang anggota polisi berpangkat kopral, yang membesarkannya dalam lingkungan disiplin khas keluarga aparat.
Sejak kecil, Ridwan terbiasa hidup sederhana dan mandiri. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter kuat yang terus ia bawa hingga kini.
Tak hanya dikenal di dunia hukum, Ridwan juga pernah bersinar di bidang olahraga. Saat remaja, ia merupakan pemain sepak bola berbakat yang aktif membela tim sekolah hingga klub lokal di Kupang. Bahkan, ia sempat tampil di ajang bergengsi El Tari Memorial Cup.
Prestasi Ridwan juga terlihat sejak usia muda. Pada tahun 1993, ia terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara. Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang membentuk kedisiplinan, integritas, dan jiwa kepemimpinannya.
Karier hukumnya dimulai setelah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana. Sejak menjadi jaksa, Ridwan dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tegas, khususnya dalam menangani perkara tindak pidana korupsi. Dalam beberapa tahun terakhir, grafik kariernya melesat tajam dengan serangkaian promosi strategis.
Ia pernah menjabat sebagai Kajari Lembata (2020), kemudian Kajari Kabupaten Kupang (2021), hingga dipercaya menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT pada 2023. Kariernya terus menanjak saat ditarik ke pusat sebagai Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus dan TPPU di Kejaksaan Agung pada 2025, posisi penting dalam penanganan kasus korupsi besar.
Puncaknya, pada 24 Desember 2025, Ridwan resmi ditunjuk sebagai Kajari Medan melalui keputusan Jaksa Agung RI. Ia menjadi salah satu jaksa dari Indonesia Timur pertama yang menduduki posisi tersebut, sekaligus mencatatkan prestasi langka dengan dua promosi strategis dalam waktu singkat.
Selama bertugas, Ridwan dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun rendah hati. Ia aktif turun langsung ke lapangan, memantau kasus, dan memastikan penegakan hukum berjalan adil. Dalam penanganan perkara korupsi, ia bahkan berhasil menangani sejumlah kasus besar yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kini, sebagai Kajari Medan, Ridwan Sujana Angsar menghadapi tantangan baru di salah satu wilayah dengan dinamika hukum yang cukup kompleks. Namun, dengan rekam jejak, integritas, dan pengalaman yang dimilikinya, publik menaruh harapan besar terhadap kepemimpinannya dalam memperkuat penegakan hukum yang bersih dan profesional. ***
Reporter: Suwardi Sinaga
Editor: Suwardi Sinaga
