Calon Ketua Umum PBNU Khalifah Muhammad Safrizal Almalik. (Suwardi Sinaga)
Calon Ketua Umum PBNU Khalifah Muhammad Safrizal Almalik. (Suwardi Sinaga)



Indomedia.co - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Khalifah Muhammad Safrizal Almalik, meminta Presiden Prabowo Subianto agar menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menyederhanakan regulasi pengembangan energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Safrizal menilai penyederhanaan regulasi diperlukan agar investasi di sektor energi terbarukan semakin meningkat dan percepatan transisi energi nasional dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk aspek regulasi dan perizinan.

"Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar menyederhanakan regulasi pengembangan energi terbarukan, termasuk PLTS, sehingga iklim investasi menjadi lebih kondusif dan pemanfaatan energi bersih dapat dipercepat," kata Safrizal, di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Ia mengatakan, kemudahan regulasi akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, mendorong masuknya investasi baru, serta memperluas pemanfaatan energi surya di sektor rumah tangga, industri, maupun fasilitas publik.

Selain mendukung ketahanan energi nasional, lanjut Safrizal, percepatan pengembangan energi terbarukan juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat komitmen Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan.

Safrizal berharap pemerintah terus membangun sinergi dengan dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai salah satu pilar menuju kemandirian energi nasional. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga