Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. (Pertamina)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. (Pertamina)



Indomedia.co - Korps Rakyat Bersatu (KORSA) mengapresiasi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, atas komitmen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 yang telah diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Sekretaris KORSA, M Ritonga, mengatakan implementasi B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

"Kami memberikan apresiasi kepada Direktur Utama Pertamina, Bapak Simon Aloysius Mantiri, yang menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan Program Mandatori B50. Ini merupakan langkah nyata menuju kemandirian energi nasional sebagaimana menjadi visi Presiden Prabowo Subianto," ujar M Ritonga dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurut Ritonga, kesiapan Pertamina dalam menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, dan rantai pasok biodiesel menunjukkan keseriusan BUMN energi tersebut dalam menjalankan penugasan pemerintah.

Ia menilai keberhasilan implementasi B50 tidak hanya akan mengurangi impor solar, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan energi domestik, memperkuat industri sawit nasional, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

"Kami melihat Pertamina telah memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan program mandatori biodiesel, mulai dari B20, B30, B35, B40 hingga kini B50. Pengalaman tersebut menjadi modal penting agar proses transisi berjalan lancar tanpa mengganggu pasokan energi kepada masyarakat," katanya.

Ritonga juga mendukung langkah Pertamina yang memastikan kualitas Biosolar B50 tetap memenuhi spesifikasi pemerintah selama masa transisi dari B40 menuju B50 yang berlangsung hingga 30 September 2026.

"KORSA berharap implementasi B50 berjalan sukses di seluruh Indonesia. Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program strategis pemerintah ini karena manfaatnya sangat besar bagi ketahanan energi, penghematan devisa negara, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan Program Mandatori B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi dalam negeri. Program tersebut diproyeksikan mampu mengurangi impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter pada 2026 atau setara sekitar 310 ribu barel per hari.

Pertamina bersama Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga rantai pasok biodiesel guna memastikan implementasi Program Mandatori B50 berjalan optimal sesuai ketentuan pemerintah tanpa mengganggu keandalan pasokan energi bagi masyarakat. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga